Selingkuh selalu menjadi topik yang ramai dibicarakan, baik di media sosial maupun obrolan sehari hari. Banyak yang sudah tahu bahwa perbuatan ini salah, tapi kenyataannya masih terus terjadi di berbagai kalangan.
Pertanyaan yang sering muncul adalah, mengapa sesuatu yang jelas dosa besar tetap dilakukan oleh banyak orang? Apakah karena tidak tahu hukumnya, atau karena ada faktor lain yang lebih kuat mendorongnya.
Nah, di artikel ini Rumah Zakat akan membahas kedudukan selingkuh sebagai dosa besar dalam Islam, faktor yang membuatnya masih sering terjadi, hingga cara menjaga diri dari godaan tersebut.
Mengapa Selingkuh Termasuk Dosa Besar dalam Islam?
Sebelum membahas faktor penyebabnya, penting untuk memahami dulu mengapa selingkuh memiliki kedudukan yang sangat serius dalam pandangan Islam.
Dalil tentang Larangan Mendekati Zina
Allah SWT berfirman:
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
“Dan janganlah kamu mendekati zina, sungguh itu adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra: 32)
Ayat ini melarang bukan hanya zina itu sendiri, tapi juga segala bentuk pendekatan yang bisa mengarah ke sana. Selingkuh termasuk dalam kategori ini karena seringkali menjadi pintu awal menuju perbuatan yang lebih besar.
Dampak Selingkuh terhadap Hak Pasangan
Selingkuh juga merupakan bentuk pengkhianatan terhadap akad pernikahan yang sudah disucikan dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda:
“Siapa yang Allah jadikan pemimpin atas suatu kaum lalu tidak menasihatinya dengan baik, maka haram baginya masuk surga.” (HR. Bukhari)
Hadis ini menunjukkan betapa beratnya tanggung jawab terhadap amanah, termasuk amanah menjaga kesetiaan dalam pernikahan yang seharusnya dijaga dengan penuh kejujuran.
Baca Juga: Diselingkuhi? Begini Cara Islam Mengajarkan Kita Menghadapinya!
Mengapa Masih Banyak yang Melakukannya?
Meski hukumnya sudah sangat jelas, kenyataannya selingkuh tetap menjadi masalah yang sering ditemukan dalam kehidupan rumah tangga maupun hubungan lainnya.
1. Faktor Psikologis dan Emosional
Banyak pelaku selingkuh terjebak karena merasa kebutuhan emosionalnya tidak terpenuhi dalam hubungan yang sedang dijalani. Perasaan kesepian, kurang dihargai, atau kebutuhan validasi sering menjadi pemicu awal yang membuka pintu godaan tersebut.
Selain itu, dorongan nafsu yang tidak dikendalikan dengan baik juga menjadi faktor besar. Islam mengajarkan pentingnya menjaga hawa nafsu agar tidak menguasai akal sehat dalam mengambil keputusan.
2. Faktor Lingkungan dan Kesempatan
Lingkungan pergaulan yang kurang sehat juga berperan besar dalam mendorong terjadinya selingkuh. Interaksi yang terlalu intens dengan lawan jenis tanpa batasan yang jelas sering menjadi awal dari masalah yang lebih besar.
Kemudahan akses media sosial turut memperbesar kesempatan terjadinya perselingkuhan. Komunikasi yang awalnya terlihat biasa bisa berkembang menjadi sesuatu yang melanggar batas tanpa disadari oleh pelakunya sendiri.
Cara Menjaga Diri dari Godaan Selingkuh
Memahami penyebabnya saja tidak cukup, perlu ada langkah konkret untuk mencegah diri terjerumus dalam perbuatan yang dilarang ini.
Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga diri dari godaan selingkuh:
- Memperkuat komunikasi dengan pasangan agar kebutuhan emosional terpenuhi dalam hubungan yang sah
- Membatasi interaksi berlebihan dengan lawan jenis yang berpotensi menimbulkan kedekatan tidak sehat
- Memperbanyak dzikir dan doa agar hati senantiasa dijaga Allah dari godaan yang menjerumuskan
- Menghindari konten atau pergaulan yang memicu nafsu secara berlebihan
- Mengingat konsekuensi dunia dan akhirat dari perbuatan yang dilarang ini
Baca Juga: Doa Agar Pasangan Semakin Sayang dan Tidak Selingkuh, Lengkap dengan Artinya
Kesimpulan
Jadi, selingkuh memang termasuk dosa besar dalam Islam, namun faktor psikologis, emosional, dan lingkungan sering menjadi pemicu yang membuat banyak orang terjerumus ke dalamnya. Memahami penyebabnya membantu setiap orang lebih waspada dalam menjaga diri.
Menjaga kesetiaan dan kejujuran dalam hubungan adalah bentuk ibadah yang nilainya sangat besar di sisi Allah. Perkuat keimanan dengan terus berbuat baik, salah satunya dengan menyalurkan kebaikan melalui Rumah Zakat sebagai bentuk syukur dan upaya menjaga hati dari hal hal yang menjerumuskan.

