Setiap tahun, dua hari di bulan Muharram ini selalu dinanti oleh banyak Muslim yang paham betul nilainya, yaitu hari Tasua dan Asyura.
Bukan tanpa alasan, karena keduanya menyimpan ganjaran pahala yang sangat besar dan jarang ditemukan pada puasa sunnah lainnya.
Sayangnya, masih banyak yang melewatkan kesempatan ini hanya karena belum benar benar tahu seberapa istimewa pahala yang Allah siapkan di dua hari tersebut.
Padahal jika sudah memahami ganjarannya, rasanya sangat sulit untuk tidak ingin mengerjakannya.
Nah, Rumah Zakat akan membahas lima ganjaran pahala puasa Tasua dan Asyura yang sangat sayang untuk dilewatkan setiap tahunnya.
5 Ganjaran Pahala Puasa Tasua dan Asyura
Setiap ganjaran berikut datang langsung dari hadis hadis shahih yang menjadi dasar keutamaan kedua puasa ini.
1. Penghapus Dosa Setahun Sebelumnya
Ini adalah ganjaran paling utama dari puasa Asyura. Rasulullah SAW bersabda:
صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
“Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya.” (HR. Muslim)
Bayangkan, satu hari puasa saja bisa menjadi sebab terhapusnya dosa selama satu tahun penuh. Ganjaran seperti ini sangat jarang ditemukan pada amalan sunnah lainnya.
Baca Juga: Niat Puasa Tasua dan Asyura Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
2. Pahala Sebagai Penyempurna Ibadah Puasa Sunnah
Puasa Tasua memiliki kedudukan sebagai penyempurna dari puasa Asyura. Rasulullah SAW bersabda menjelang akhir hayatnya:
“Sungguh, jika aku masih hidup tahun depan, aku pasti akan berpuasa pada hari kesembilan.” (HR. Muslim)
Mengerjakan Tasua bersama Asyura artinya mengikuti apa yang sangat diinginkan oleh Rasulullah SAW sendiri, sebuah kehormatan tersendiri bagi siapa saja yang mampu melaksanakannya.
3. Termasuk Bulan Terbaik untuk Berpuasa Setelah Ramadan
Kedua puasa ini berada di bulan Muharram, yang disebut langsung oleh Rasulullah SAW sebagai bulan terbaik untuk berpuasa setelah Ramadan.
“Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah, Muharram.” (HR. Muslim)
Mengerjakan puasa di bulan ini berarti mendapatkan ganjaran yang lebih besar dibanding puasa sunnah di bulan bulan lainnya sepanjang tahun.
4. Menyelisihi Tradisi yang Tidak Sesuai Sunnah
Puasa Tasua memiliki nilai tersendiri karena menjadi pembeda dari tradisi kaum Yahudi yang hanya berpuasa di hari kesepuluh saja.
Mengerjakan puasa di kedua hari ini menunjukkan kepatuhan terhadap petunjuk Rasulullah SAW secara utuh.
Ganjaran dari sisi ini bukan sekadar soal pahala fisik, tapi juga soal mengikuti sunnah secara lebih sempurna dan terhindar dari keserupaan dengan tradisi yang tidak diajarkan dalam Islam.
Baca Juga: Puasa Tasua dan Asyura, Apa Bedanya dan Mana yang Lebih Utama?
5. Pahala yang Berlipat di Bulan yang Dimuliakan Allah
Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ
“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, sebagaimana dalam ketetapan Allah pada hari Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya ada empat bulan haram.” (QS. At-Taubah: 36)
Para ulama menyebutkan bahwa amal kebaikan di bulan haram pahalanya dilipatgandakan oleh Allah.
Artinya, puasa Tasua dan Asyura yang dikerjakan di bulan ini mendapatkan keberkahan ganda dari segi waktu dan amalannya sekaligus.
Kesimpulan
Nah, lima ganjaran yang baru saja kita bahas menunjukkan betapa istimewanya puasa Tasua dan Asyura, mulai dari penghapus dosa setahun, kedudukan sebagai penyempurna ibadah, hingga keberkahan bulan Muharram yang melipatgandakan pahala. Sangat sayang jika dua hari ini berlalu begitu saja tanpa diisi dengan ibadah ini.
Lengkapi pahala puasa di hari hari mulia ini dengan menyalurkan kebaikan kepada sesama. Dan, yuk salurkan kebaikan melalui Rumah Zakat agar ganjaran yang didapat semakin berlipat, tidak hanya dari puasa tapi juga dari kebaikan yang dibagikan kepada yang membutuhkan.

