Selingkuh untuk Balas Dendam, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

oleh | Agu 3, 2026 | Inspirasi

Selingkuh untuk balas dendam terkadang dianggap sebagai cara untuk “membalas rasa sakit” akibat dikhianati pasangan. Tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa jika pasangannya berselingkuh terlebih dahulu, maka ia berhak melakukan hal yang sama agar dianggap impas.

Namun, dalam Islam, keburukan tidak dibenarkan untuk dibalas dengan keburukan yang sama apabila tindakan tersebut juga merupakan perbuatan yang diharamkan. Perselingkuhan tetap menjadi perbuatan yang dilarang, apa pun alasannya, termasuk ketika dilakukan atas dasar balas dendam.

Baca juga : Selingkuh Termasuk Dosa Besar, Tapi Mengapa Masih Banyak yang Melakukannya?

Apa yang Dimaksud Selingkuh?

Perselingkuhan adalah menjalin hubungan emosional, romantis, atau hubungan yang melanggar batas syariat dengan orang lain selain pasangan yang sah. Bentuknya dapat berupa:

  • Menjalin hubungan cinta secara diam-diam.
  • Bertukar pesan yang mengarah kepada maksiat.
  • Bertemu secara tidak halal.
  • Melakukan hubungan yang mengarah pada zina atau bahkan zina itu sendiri.

Semua bentuk tersebut bertentangan dengan prinsip menjaga kehormatan (iffah) yang diajarkan dalam Islam.

Hukum Selingkuh untuk Balas Dendam

Selingkuh untuk balas dendam tetap haram menurut Islam. Kesalahan pasangan tidak menjadi alasan yang membolehkan seseorang melakukan pelanggaran yang sama.

Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.” QS. Al-Ma’idah: 8

Walaupun ayat ini berbicara dalam konteks yang lebih luas, para ulama menjelaskan bahwa prinsip keadilan berlaku dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam hubungan antarmanusia dan rumah tangga.

Islam Melarang Mendekati Zina

Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan keji dan jalan yang buruk.” QS. Al-Isra’: 32

Ayat ini menunjukkan bahwa bukan hanya zina yang dilarang, tetapi juga segala perbuatan yang menjadi jalan menuju perzinaan, termasuk hubungan yang tidak semestinya dengan lawan jenis.

Mengapa Balas Dendam Bukan Solusi?

Melakukan perselingkuhan sebagai bentuk balas dendam justru dapat memperburuk keadaan karena:

  • Menambah dosa baru.
  • Merusak kepercayaan dalam rumah tangga.
  • Menyakiti lebih banyak pihak, termasuk anak jika sudah berkeluarga.
  • Menjauhkan diri dari akhlak yang diajarkan Islam.
  • Menyulitkan proses penyelesaian konflik secara baik.

Dengan demikian, membalas kesalahan pasangan dengan kesalahan yang sama tidak akan menghilangkan luka, tetapi justru dapat memperbesar dampak negatifnya.

Baca juga : Bahaya Selingkuh bagi Rumah Tangga dan Cara Mencegahnya

Penutup

Selingkuh untuk balas dendam tidak dibenarkan dalam Islam. Meskipun seseorang merasa disakiti oleh pasangannya, ia tetap tidak diperbolehkan melakukan perselingkuhan sebagai bentuk pembalasan. Islam mengajarkan agar setiap Muslim tetap menjaga kehormatan, berlaku adil, dan menyelesaikan konflik dengan cara yang sesuai syariat.

Apabila menghadapi ujian dalam rumah tangga, perbanyaklah doa, musyawarah, dan ikhtiar untuk mencari solusi terbaik. Dengan begitu, setiap keputusan yang diambil diharapkan mendatangkan kebaikan serta rida Allah SWT.

Kalkulator Zakat

Hitung zakat Anda secara akurat dengan kalkulator zakat kami

Donatur Care

Silakan cek riwayat donasi Anda disini

Link Terkait