Ciri-Ciri Orang yang Terkena Gangguan Sihir Menurut Islam, Benarkah Bisa Dikenali?

oleh | Jul 30, 2026 | Inspirasi

Ciri-ciri orang terkena gangguan sihir sering menjadi pembahasan yang menarik di tengah masyarakat. Tidak sedikit orang yang mengaitkan berbagai masalah kesehatan, rumah tangga, atau kehidupan dengan sihir maupun santet. Lantas, benarkah seseorang dapat dikenali terkena gangguan sihir hanya dari gejala tertentu?

Dalam Islam, keberadaan sihir memang diakui. Namun, Islam juga mengajarkan agar seorang Muslim tidak mudah menyimpulkan bahwa setiap musibah atau penyakit pasti disebabkan oleh sihir. Sikap yang bijak adalah mengedepankan dalil, tidak berlebihan dalam berprasangka, dan tetap berikhtiar melalui cara-cara yang dibenarkan syariat.

Baca juga : Doa Agar Dijauhkan dari Gangguan Santet Lengkap Arab, Latin, Artinya, dan Dalilnya

Apakah Sihir Benar-Benar Ada?

Ya. Al-Qur’an menjelaskan bahwa sihir memang ada, tetapi tidak memiliki kekuatan yang berdiri sendiri. Allah SWT berfirman:

“…Mereka tidak dapat mencelakakan seseorang dengan sihir itu kecuali dengan izin Allah…” QS. Al-Baqarah: 102

Ayat ini menunjukkan bahwa segala sesuatu tetap berada di bawah kekuasaan Allah SWT. Karena itu, seorang Muslim tidak boleh takut secara berlebihan kepada sihir hingga melupakan tawakal kepada-Nya.

Apakah Ada Ciri-Ciri yang Pasti?

Tidak ada dalil yang menjelaskan daftar ciri-ciri pasti seseorang terkena gangguan sihir. Beberapa gangguan yang sering dikaitkan dengan sihir, seperti sakit berkepanjangan, mimpi buruk, rasa cemas, atau konflik rumah tangga, juga dapat disebabkan oleh faktor medis, psikologis, atau masalah kehidupan lainnya.

Oleh sebab itu, Islam tidak mengajarkan untuk memastikan seseorang terkena sihir hanya berdasarkan gejala-gejala tersebut.

Jika seseorang mengalami keluhan fisik atau mental, langkah pertama yang dianjurkan adalah memeriksakan diri kepada tenaga kesehatan yang kompeten. Sementara itu, ikhtiar spiritual seperti berdoa dan berdzikir tetap dapat dilakukan secara bersamaan.

Gejala yang Sering Dikaitkan dengan Gangguan Sihir

Sebagian ulama menjelaskan adanya gejala yang mungkin dialami oleh sebagian orang yang terkena gangguan sihir berdasarkan pengalaman ruqyah syar’iyyah, bukan sebagai tanda yang pasti. Di antaranya:

  • Sering mengalami mimpi yang mengganggu secara berulang.
  • Merasa takut tanpa sebab yang jelas.
  • Sulit berkonsentrasi dalam ibadah.
  • Merasakan gangguan tertentu yang tidak diketahui penyebabnya setelah pemeriksaan medis tidak menemukan penyebab yang jelas.
  • Timbul rasa gelisah atau waswas yang berlebihan.

Namun, gejala-gejala tersebut tidak boleh dijadikan dasar untuk memvonis bahwa seseorang pasti terkena sihir.

Bagaimana Sikap Seorang Muslim?

Apabila merasa khawatir mengalami gangguan yang tidak biasa, Islam mengajarkan beberapa ikhtiar, yaitu:

  • Memperbanyak doa kepada Allah SWT.
  • Membaca Ayat Kursi.
  • Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.
  • Menjaga zikir pagi dan petang.
  • Memperbanyak membaca Al-Qur’an.
  • Melakukan ruqyah syar’iyyah sesuai tuntunan syariat apabila diperlukan.
  • Tetap berkonsultasi dengan tenaga medis untuk memastikan kondisi kesehatan.

Dengan demikian, seorang Muslim menggabungkan ikhtiar lahir dan batin tanpa mengabaikan salah satunya.

Dalil Memohon Perlindungan

Rasulullah SAW mengajarkan doa berikut:

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

Latin:

A’ūdzu bikalimātillāhit-tāmmāti min syarri mā khalaq.

Artinya:

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan seluruh makhluk yang Dia ciptakan.” HR. Muslim

Doa ini dianjurkan sebagai bentuk memohon perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai keburukan.

Baca juga : Sesuai Sunnah! Ini Dia Bacaan Doa untuk Ruqyah Diri Sendiri

Penutup

Ciri-ciri orang terkena gangguan sihir tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan gejala tertentu. Islam mengakui adanya sihir, tetapi juga mengajarkan agar umatnya tidak mudah menyimpulkan atau memvonis tanpa dasar yang kuat. Ketika menghadapi keluhan fisik maupun psikologis, seorang Muslim dianjurkan untuk berikhtiar melalui pemeriksaan medis sekaligus memperkuat ibadah, doa, zikir, dan ruqyah syar’iyyah sesuai tuntunan Islam.

Dengan menjaga akidah, memperbanyak tawakal, dan menghindari praktik-praktik yang bertentangan dengan syariat, seorang Muslim dapat menghadapi berbagai ujian dengan lebih tenang dan benar.

Kalkulator Zakat

Hitung zakat Anda secara akurat dengan kalkulator zakat kami

Donatur Care

Silakan cek riwayat donasi Anda disini

Link Terkait