Telkom University Gandeng Rumah Zakat Kembangkan Kriya Pelepah Pisang untuk Pemberdayaan Perempuan di Garut

oleh | Jun 22, 2026 | Inspirasi

Garut – Setelah sukses memberdayakan kelompok perempuan di Kelurahan Cipaganti, Kota Bandung, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi S2 Manajemen Telkom University kembali mengembangkan program ekonomi sirkular berbasis kriya pelepah pisang di Kampung Naringgul, Desa Pakuwon, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut.

Program ini menjadi langkah scale-up dari inisiatif sebelumnya dengan tujuan memperkuat pemberdayaan perempuan sekaligus mendorong transformasi ekonomi pedesaan yang berkelanjutan. Tim akademisi Telkom University menempuh perjalanan sekitar 100 kilometer dari Bandung untuk melakukan transfer pengetahuan dan pendampingan kepada masyarakat setempat.

Desa Pakuwon memiliki potensi limbah pelepah pisang yang melimpah pasca panen. Namun selama ini, limbah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal dan sering kali dibakar sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan.

Melihat kondisi tersebut, tim PkM Program Studi S2 Manajemen Telkom University memberikan pelatihan kepada kelompok perempuan penggerak bank sampah di Kampung Naringgul untuk mengolah pelepah pisang menjadi berbagai produk kriya bernilai jual, seperti alas gelas, dompet kecil, hingga tas mini.

Program ini menyasar kelompok perempuan, termasuk mantan pekerja migran yang kini memilih kembali ke kampung halaman dan fokus membangun kehidupan bersama keluarga. Melalui keterampilan baru yang diberikan, mereka diharapkan mampu menciptakan sumber pendapatan alternatif yang berkelanjutan.

Salah satu keunikan program ini adalah penerapan konsep storytelling sebagai bagian dari model bisnis. Produk kriya yang dihasilkan tidak hanya dipasarkan sebagai barang kerajinan, tetapi juga membawa cerita tentang kepedulian lingkungan dan perjuangan perempuan dalam membangun kemandirian ekonomi.

Melalui pendekatan tersebut, setiap produk memiliki nilai tambah karena mengangkat kisah nyata para perajin sekaligus pesan pelestarian lingkungan. Strategi ini juga menjadi langkah awal sebelum kelompok perajin mengembangkan pemasaran berbasis digital secara mandiri.

Untuk memastikan keberlanjutan program, Telkom University menerapkan pendekatan kolaborasi Pentahelix yang melibatkan akademisi, sektor swasta, komunitas, pemerintah desa, dan media.

Dalam implementasinya, Serat Nusa berperan dalam transfer pengetahuan teknis terkait pengolahan serat alam dan kriya berbasis pelepah pisang. Sementara itu, Rumah Zakat berkontribusi dalam memperluas publikasi media digital serta membangun sinergi antarkomunitas agar dampak program dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pemberdayaan masyarakat sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk kriya hasil karya perempuan Desa Pakuwon.

Dukung SDGs dan Pembangunan Ekonomi Jawa Barat

Program ini turut berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Target 8.3 yang mendorong pertumbuhan kewirausahaan, kreativitas, dan inovasi di tingkat masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan Misi 2 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Barat 2025–2029 yang berfokus pada pembangunan ekonomi yang inklusif, mandiri, dan berwawasan lingkungan.

Melalui pemanfaatan limbah menjadi produk kreatif bernilai ekonomi, program pendampingan Telkom University bersama para mitra, termasuk Rumah Zakat, menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi dapat mendorong transformasi ekonomi sirkular di tingkat desa. Diharapkan, inisiatif ini mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan bagi perempuan di pedesaan.

Sahabat, yuk terus peduli dan berbagi bersama Rumah Zakat.

Newsroom

Muhammad Rizal Rahman



Kalkulator Zakat

Hitung zakat Anda secara akurat dengan kalkulator zakat kami

Donatur Care

Silakan cek riwayat donasi Anda disini

Link Terkait