PALEMBANG. Posyandu Kecici yang merupakan binaan Rumah Zakat dan Bazma Prabumulih, serta berada di wilayah Integrated Comunity Development (ICD) Prabumulih Utara, menang kembali dalam lomba Posyandu tingkat Provinsi Sumatera Selatan, Jumat (18/2). Setelah sebelumnya memenangkan penghargaan tingkat kecamatan, tingkat kota dan terakhir diikutkan dalam lomba Posyandu tingkat provinsi.

Dalam proses penjurian akhir Desember 2010, tim juri tingkat provinsi dan Ibu Walikota Prabumulih, hadir langsung di Posyandu Kecici serta turut membagikan secara simbolis Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada balita dari keluarga yang kurang mampu.

Menurut Supina, “Salah satu kader Posyandu Kecici kemenangan ini tidak lepas dari kekompakan Kader Posyandu, maupun masyarakat setempat yang sadar untuk menimbang berat badan balita mereka di Posyandu.” Selain itu didukung oleh administrasi yang baik dan adanya support Rumah Zakat dan Bazma Pertamina Prabumulih, yang secara kontinyu memberikan makanan tambahan kepada Balita di Posyandu Kecici. Hal ini justru merupakan point tersendiri bagi Posyandu Kecici karena belum pernah ada di Provinsi

Sumatera Selatan, khususnya Posyandu yang mampu bermitra dengan salah satu lembaga dalam mensupport makanan tambahan bagi Balita sekaligus layanan Lembaga Bersalin Gratis (LBG) bagi ibu yang kurang mampu.Bahkan menurut Supinah, “Peran serta Rumah Zakat dan Bazma bagi peningkatan kemajuan kelurahan mereka sangat besar, terbukti makin dikenalnya Kelurahan Anak Petai, sebagai kelurahan penghasil Jamur Tiram di Kota Prabumulih.” Sekaligus menjadi kelurahan terbaik dalam hal ketahanan pangan. Begitupun Posyandu yang mereka bina mampu menyabet juara pertama tingkat provinsi.

Dahulu, “Kesadaran masyarakat untuk menimbang berat badan di Posyandu,” diakui  Supina amat sedikit. Bahkan cenderung bermalas-malasan dengan alasan kesibukan Rumah Tangga dan sebagainya. Namun semenjak Rumah Zakat dan Bazma masuk dengan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan Lembaga Bersalin Gratis (LBG)-nya Posyandu kian ramai, bahkan banyak warga yang bukan termasuk wilayah Posyandu Kecici, seakan berlomba ingin menimbangkan bayi mereka di Posyandu Kecici. Tentunya hal ini ditolak secara halus oleh para Kader Posyandu Kecici karena memang bukan termasuk wilayah kerja dari Posyandu Kecici. ***

Newsroom/Desti Fajarini
Palembang