Rukun Shalat Gerhana, Apa Saja yang Harus Diperhatikan? Ini Penjelasannya

oleh | Agu 27, 2026 | Inspirasi

Shalat gerhana atau shalat kusuf merupakan shalat sunnah yang dianjurkan ketika terjadi gerhana matahari. Sementara itu, gerhana bulan dikenal dengan shalat khusuf. Pelaksanaannya memiliki tata cara yang berbeda dari shalat sunnah pada umumnya.

Lantas, apa saja rukun shalat gerhana yang perlu diperhatikan?

Baca juga : Cara Melaksanakan Shalat Gerhana Bulan yang Benar Sesuai Sunnah

Apa Itu Shalat Gerhana?

Shalat gerhana adalah shalat sunnah yang dikerjakan ketika terjadi gerhana matahari atau bulan. Rasulullah SAW mengajarkan umat Islam untuk memperbanyak doa, zikir, istighfar, dan melaksanakan shalat ketika melihat fenomena tersebut.

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa matahari dan bulan merupakan tanda-tanda kebesaran Allah dan tidak mengalami gerhana karena kematian atau kelahiran seseorang.

Rukun Shalat Gerhana

Secara umum, rukun shalat gerhana mengikuti rukun shalat. Namun, terdapat kekhususan dalam tata caranya, yaitu dalam satu rakaat terdapat dua kali berdiri (qiyam), dua kali membaca Al-Fatihah dan surah, dua kali rukuk, serta dua kali sujud.

Urutannya secara ringkas:

  1. Niat
  2. Takbiratul ihram
  3. Berdiri dan membaca Al-Fatihah serta surah
  4. Rukuk
  5. Bangkit dari rukuk (i’tidal)
  6. Berdiri kembali dan membaca Al-Fatihah serta surah
  7. Rukuk kedua
  8. I’tidal
  9. Dua kali sujud
  10. Bangkit untuk rakaat kedua
  11. Mengulangi tata cara seperti rakaat pertama
  12. Tasyahud akhir
  13. Salam

Dengan demikian, shalat gerhana terdiri dari dua rakaat, tetapi setiap rakaat memiliki dua kali rukuk.

Bagaimana Tata Cara Shalat Gerhana?

Setelah niat dan takbiratul ihram, imam membaca Al-Fatihah dan surah dengan bacaan yang panjang. Kemudian rukuk dan bangkit kembali.

Setelah i’tidal, imam kembali berdiri dan membaca Al-Fatihah serta surah. Setelah itu melakukan rukuk kedua, kemudian i’tidal dan dua kali sujud.

Rakaat kedua dilakukan dengan pola yang sama. Setelah dua kali sujud pada rakaat kedua, shalat dilanjutkan dengan tasyahud akhir dan salam.

Apa yang Dilakukan Setelah Shalat Gerhana?

Setelah shalat, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, zikir, istighfar, sedekah, dan amal kebaikan lainnya.

Rasulullah SAW mengajarkan agar ketika terjadi gerhana, umat Islam kembali mengingat kebesaran Allah SWT dan memperbanyak ibadah.

Baca juga : Cara Shalat Gerhana Sesuai Sunnah Rasulullah

Kesimpulan

Rukun shalat gerhana pada dasarnya sama dengan rukun shalat lainnya, tetapi memiliki tata cara khusus berupa dua kali rukuk dalam setiap rakaat.

Shalat ini menjadi salah satu bentuk ibadah untuk mengingat kebesaran Allah SWT ketika terjadi fenomena gerhana. Selain melaksanakan shalat, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, zikir, istighfar, dan amal kebaikan.

Kalkulator Zakat

Hitung zakat Anda secara akurat dengan kalkulator zakat kami

Donatur Care

Silakan cek riwayat donasi Anda disini

Link Terkait