Rumah Zakat Salurkan Bantuan Kesehatan bagi 16 Lansia dan Keluarga Prasejahtera di Cilegon

oleh | Sep 28, 2026 | Berita

Cilegon, 23 September 2026 — Rumah Zakat menghadirkan layanan kesehatan berbasis komunitas melalui pendekatan door-to-door bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam mengakses fasilitas kesehatan.

Selama dua hari, pada 22–23 September 2026, bantuan kesehatan disalurkan langsung kepada 16 penerima manfaat yang tersebar di empat kecamatan di Kota Cilegon, yaitu Cibeber, Citangkil, Purwakarta, dan Gerogol.

Program ini menyasar lansia dan keluarga prasejahtera yang mengalami keterbatasan mobilitas akibat penyakit kronis maupun disabilitas.

Sebanyak 16 penerima manfaat berasal dari sejumlah kelurahan. Rinciannya, dua orang dari Kelurahan Citangkil, dua orang dari Kelurahan Dringo, dua orang dari Kelurahan Kebonsari, tiga orang dari Kelurahan Kebondalem, empat orang dari Kelurahan Rawa Arum, serta tiga orang dari Kelurahan Kedaleman.

Kondisi kesehatan penerima manfaat beragam, mulai dari stroke, penyakit paru-paru, penyakit dalam, hingga disabilitas yang membuat mereka kesulitan mengakses layanan kesehatan secara mandiri.

Bantuan kesehatan diserahkan langsung oleh Humaedi, Program Leader Rumah Zakat, ke rumah masing-masing penerima manfaat.

Dalam pelaksanaannya, tim Rumah Zakat turut dibantu kader kesehatan dan tokoh pemuda setempat. Mereka berperan sebagai pendamping sekaligus penghubung dengan masyarakat.

Kolaborasi tersebut membantu memastikan layanan dapat diberikan secara efektif, tepat sasaran, dan sesuai dengan kondisi penerima manfaat di lapangan.

Hadir untuk Lansia dan Masyarakat dengan Keterbatasan Mobilitas

Salah satu penerima manfaat, Sapari (62), merupakan penyintas stroke yang mengalami keterbatasan dalam bergerak. Ia mengaku terbantu karena tidak perlu keluar rumah untuk mendapatkan dukungan kesehatan.

“Alhamdulillah, saya tidak perlu repot-repot keluar rumah untuk berobat. Tim Rumah Zakat datang langsung memberikan bantuan kesehatan dan memeriksa kondisi saya. Ini sangat membantu karena saya sudah susah bergerak,” ujarnya.

Saibani, Kepala Cabang Rumah Zakat, menyampaikan bahwa layanan kesehatan door-to-door merupakan bentuk kepedulian kepada kelompok rentan yang memiliki keterbatasan dalam menjangkau fasilitas kesehatan.

“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada lansia atau penyandang disabilitas yang terlantar hanya karena tidak mampu menjangkau layanan kesehatan. Sinergi dengan kader dan tokoh masyarakat adalah kunci agar bantuan ini benar-benar menyentuh mereka yang paling membutuhkan,” jelasnya.

Melalui layanan kesehatan berbasis komunitas, Rumah Zakat berupaya memperluas akses kesehatan bagi masyarakat prasejahtera. Pendekatan door-to-door juga menjadi bentuk layanan yang lebih dekat dengan kondisi dan kebutuhan penerima manfaat.

Sahabat, mari tunaikan zakat, infak dan sedekah bersama Rumah Zakat.

Newsroom

Muhammad Rizal Rahman