Rumah Zakat Salurkan 1.137 Porsi Makanan Hangat untuk Penyintas Gempa di Nusa Tenggara Timur

oleh | Agu 19, 2026 | Berita

Manggarai, 17 Agustus 2026 – Rumah Zakat kembali menghadirkan layanan Dapur Umum untuk membantu penyintas gempa di Nusa Tenggara Timur. Kali ini, layanan tersebut hadir di Desa Lemarang, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai.

Sebanyak 1.137 porsi makanan siap saji disalurkan kepada warga terdampak gempa. Bantuan ini menjadi bagian dari respons kemanusiaan Rumah Zakat untuk memenuhi kebutuhan pangan penyintas selama masa pemulihan.

Dalam layanan Dapur Umum kali ini, Rumah Zakat menyediakan menu kolak. Menu tersebut dipilih berdasarkan kesepakatan dan kebutuhan warga di lokasi pengungsian.

Selain memenuhi kebutuhan makanan, kehadiran Dapur Umum juga diharapkan dapat memberikan rasa nyaman bagi warga. Terlebih, penyintas masih menghadapi kondisi yang serba terbatas setelah bencana.

Proses penyediaan makanan dilakukan oleh tiga relawan Rumah Zakat. Para relawan bekerja bersama warga setempat agar proses pengolahan dan pembagian makanan dapat berjalan dengan baik.

Salah seorang warga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Rumah Zakat dan para relawan. Menurutnya, bantuan makanan hangat sangat berarti bagi warga, terutama anak-anak yang berada di lokasi terdampak.

“Kami sangat berterima kasih kepada Rumah Zakat dan para relawan. Di tengah kondisi yang serba terbatas seperti ini, kehadiran Dapur Umum sangat membantu kami. Selain makanan yang hangat, perhatian yang diberikan membuat kami merasa lebih tenang. Apalagi menunya sesuai dengan keinginan kami, ini sangat berarti bagi anak-anak dan warga di sini,” ujarnya.

Melalui layanan Dapur Umum, Rumah Zakat berupaya memastikan kebutuhan dasar penyintas tetap terpenuhi. Selain itu, kehadiran relawan di tengah masyarakat menjadi bentuk dukungan bagi warga yang sedang menghadapi masa sulit.

Rumah Zakat akan terus berupaya menghadirkan respons kemanusiaan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak bencana. Dengan dukungan para donatur dan relawan, diharapkan semakin banyak penyintas yang dapat memperoleh bantuan selama proses pemulihan.

Newsroom

Muhammad Rizal Rahman