[:ID]SEBANYAK 50% SISWA SD JUARA BATAM ADALAH YATIM[:en]50 % OF SD JUARA BATAM STUDENTS IS YATIM[:]

[:ID]BATAM. SD Juara Batam yang berdiri sejak 2016, kini memberikan pendidikan gratis berkualitas kepada 50 siswa yang duduk di kelas I dan II. Kepala SD Juara Batam, Shofar Fitrotul Amin menyatakan bahwa 50% diantaranya adalah yatim dan berasal dari keluarga kurang mampu. Sehingga menjadi tugas bagi para pendidik di SD Juara Batam adalah untuk memotivasi dan memberikan mereka semangat untuk maju, meski pun sudah tidak memiliki ayah.

“Anak-anak yang sudah tidak memiliki orang tua punya kecenderungan pendiam dan kurang percaya diri. Salah satu cara untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka adalah dengan memberikan kesempatan pada mereka untuk mengikuti beberapa kompetisi. Alhamdulillah sedikit demi sedikit beberapa di antara mereka sudah mampu untuk berprestasi di beberapa bidang,” kata Shofar.

SD Juara Batam berdiri di daerah Keluaran Mangsang Kecamatan Sungai Beduk yang memang termasuk wilayah padat penduduk, dengan kondisi perekonomian menengah ke bawah. Sementara jumlah sekolah di sana masih tergolong minim.

“Masyarakat di Kelurahan Mangsang ini mata pencahariannya kebanyakan buruh lepas, tukang kebun, dan nelayan. Dan ada cukup banyak anak-anak yatim di sini. Sehingga daerah ini menjadi target pemberdayaan bagi Rumah Zakat di Batam,” ujar Shofar.

Salah satu siswa SD Juara Batam yang berprestasi adalah Kayla. Siswa kelas I yang sudah ditinggal ayahnya sejak tiga tahun lalu tersebut memiliki bakat di bidang menggambar, mewarnai, dan puisi. Kondisi keluarga yang kurang baik, tak menyurutkan semangat Kayla untuk berprestasi. Tahun ini Kayla berhasil menjadi juara III dalam perlombaan mewarnai antar sekolah di Kota Batam. “Kayla kalau sudah besar mau jadi dokter di Rumah Zakat. Biar bisa bantu orang banyak,” ujar gadis cilik yang kini tinggal bersama ibu dan dua kakaknya di Kel. Mangsang Kec.Sungai Beduk Kota Batam.

Newsroom/Dian
Batam[:en]BATAM. SD Juara Batam which was established since 2016, now provides free quality education to 50 students who sit in class I and II. Head of SD Juara Batam, Shofar Fitrotul Amin stated that 50% of them are orphans and come from poor families. So the task for the educators at SD Juara Batam is to motivate and give them the spirit to go forward, even though it has no father.

“Children who have no parents have a tendency to be quiet and lack confidence One way to boost their confidence is by allowing them to join some of the competition, thank God some of them are already able to excel in several fields, “Shofar said.

SD Juara Batam stands in the area of Output Mangsang Sungai Beduk District which is included in the densely populated area, with the condition of middle to lower economy. While the number of schools there are still relatively minimal.

“People in Mangsang Village are the livelihood of mostly casual workers, gardeners, and fishermen, and there are quite a lot of orphans here, so this area is a target of empowerment for Rumah Zakat in Batam,” said Shofar.

One of the best elementary students of Juara Batam is Kayla. The first year student who has been left by his father since three years ago has talents in the field of drawing, coloring, and poetry. The unfavorable family condition did not dampen the spirit of Kayla to excel. This year Kayla managed to become the third winner in the coloring competition between schools in Batam City. “Kayla when it’s big to be a doctor at Rumah Zakat, let me help the crowds,” said the little girl who now lives with her mother and two brothers in Kel. Mangsang Kec.Sungai Beduk Batam City.

Newsroom / Dian
Batam[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia