PT Pelita Reliance International Hospital dan PT Corrona Medika Indonesia Serahkan 20.000 Masker, Rumah Zakat Salurkan untuk Warga Terdampak Karhutla

oleh | Sep 3, 2026 | Berita

Jakarta, 1 September 2026 — Rumah Zakat menerima bantuan sekitar 20.000 masker dari PT Pelita Reliance International Hospital dan PT Corrona Medika Indonesia. Bantuan tersebut akan disalurkan kepada masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan, Riau, dan Sumatera Selatan.

Serah terima bantuan berlangsung pada Selasa (1/9) di Kantor UN OCHA Indonesia, Menara Thamrin Building, Jakarta. Bantuan diterima oleh Al Razi Izzatul Yazid, Kepala Divisi Kemanusiaan Rumah Zakat.

Masker untuk Warga Terdampak Karhutla

Bantuan masker menjadi salah satu bentuk dukungan untuk membantu masyarakat yang menghadapi dampak karhutla, terutama di wilayah yang terdampak asap dan penurunan kualitas udara.

Sekitar 20.000 masker tersebut selanjutnya akan disalurkan kepada masyarakat di sejumlah daerah terdampak. Bantuan diharapkan dapat mendukung kebutuhan perlindungan dasar masyarakat selama menghadapi kondisi akibat karhutla.

Bahas Penguatan Penanggulangan Bencana

Selain serah terima bantuan, pertemuan tersebut juga menjadi ruang diskusi antara Rumah Zakat, PT Pelita Reliance International Hospital, PT Corrona Medika Indonesia, dan UN OCHA Indonesia mengenai penguatan penanggulangan bencana di Indonesia.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pentingnya meningkatkan antisipasi dan kesiapsiagaan. Upaya tersebut diperlukan agar risiko korban jiwa maupun dampak bencana dapat ditekan sejak sebelum bencana terjadi.

Penanggulangan bencana tidak hanya membutuhkan respons cepat ketika bencana berlangsung, tetapi juga kesiapan yang dibangun jauh sebelumnya. Edukasi masyarakat, mitigasi risiko, pemetaan kerawanan, hingga ketersediaan dukungan bagi kelompok terdampak menjadi bagian penting dalam membangun ketangguhan masyarakat.

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci

Kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya penanggulangan bencana. Lembaga sosial, NGO, sektor kesehatan, pemerintah, dan berbagai pihak terkait perlu saling bersinergi dalam menghadapi berbagai risiko bencana.

Melalui kolaborasi tersebut, penanganan bencana diharapkan dapat berlangsung lebih terkoordinasi, mulai dari pencegahan dan mitigasi, kesiapsiagaan, hingga respons ketika bencana terjadi.

Sinergi berbagai pihak juga menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko dan dampak bencana sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan dukungan yang dibutuhkan secara lebih cepat dan tepat.

Newsroom

Muhammad Rizal Rahman