ADIT KINI BISA KEMBALI BELAJAR, MESKI DI BAWAH TENDA SEKOLAH DARURAT

LOMBOK. “Bruuuss, trang, trang,” Suara dari atap dan banguna roboh terdengar akibat gempa berkekuatan 6,4 SR (29/07) di Lombok. Gempa besar itu banyak sekali meluluhlantahkan rumah- rumah warga, sekolah dan tempat Ibadah.

Akibatnya, banyak warga termasuk wanita dan anak-anak Lombok yang kini tingal di pos-pos pengungsian. Salah satunya adalah Adit.

Adit, Siswa kelas 3 SDN 2 Tanjung, Dusun Kandang Kaoq menunjukkan setiap sudut sekolah tempat ia dan teman-temannya bisa menimba ilmu. Raut sedih tampak terpancar sekali dari wajah mungilnya, Adit lebih banyak duduk termenung dan sesekali ia menyeka keringat, sambil menurunkan puing-puing bangunan yang meratakan meja dan kursi tempatnya belajar.

“Kak, Adit pengen banget duduk di meja belajar mendengarkan cerita bu guru seperti sedia kala dulu, Adit sangat bahagia kalo ke sekolah kak, bisa belajar dan bermain bareng dengan teman-teman,” ungkap Adit, penuh harap.

Adit adalah salah satu potret dari ribuan anak-anak di Lombok yang terpaksa menahan keinginan besarnya untuk sekolah di tempat yang layak, dikarenakan sekolah mereka raib dan rata dengan tanah. Melihat hal tersebut Rumah Zakat kembali membangun Sekolah Darurat untuk Adit dan teman-temannya. Semoga dengan adanya Sekolah darurat ini bisa memotivasi Adit dan anak-anak Lombok lainnya untuk terus semangat mewujudkan cita-citanya.

Sekolah Darurat ini adalah bantuan dari seluruh donatur Rumah Zakat.

Newsroom
Shintya / Lailatul Istikhomah

Tags :
Konfirmasi Donasi