[:ID]ANAK JUARA KAFALAH YATIM BERDAYA MENGIKUTI PELATIHAN NON-FORMAL[:en]JUARA CHILDREN KAFALAH ORPHAN FOLLOW THE NON-FORMAL TRAINING[:]

[:ID]BANDA ACEH. Jum’at (06/09). Dengan tujuan mewujudkan sumber daya manusia yang terampil diperlukan peningkatan kemampuan salah satunya melalui pendidikan non formal atau sering disebut pendidikan dan pelatihan, Rumah Zakat Aceh mengadakan pelatihan memasak dan menjahit, minggu ini menjahit, yang diikuti oleh Anak Juara binaan Rumah Zakat Aceh.

Mereka merupakan anak yatim yang masuk dalam Program Kafalah Yatim (OKP) dan mendapatkan beasiswa hampir setiap bulan. Peserta pelatihan periode ini diikuti sekitar 3 orang dari Anak Juara wilayah Lhoknga, Banda Aceh, Aceh. Mereka rutin mengikuti pelatihan seminggu 3 kali pertemuan dalam kurun waktu selama 5 bulan. Para peserta juga masih duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA).

Sebelumnya mereka mengaku sama sekali belum pernah ikut pelatihan menjahit dan belum bisa sama sekali dalam menjahit pakaian.

Fokus materi pelatihan ini khusus untuk membuat pakain mulai dari rok, baju dan jilbab dilatih oleh ibu Dewi salah satu warga sekitar. Nella Rosanti salah satu peserta yang mengikuti pelatihan merasa sangat senang dengan adanya kegiatan seperti ini juga mengaku pelatihan ini sangat bermamfaat baginya.

Abi Muliadi selaku mentor mengharapkan pelatihan yang dilaksanakan bisa menambah keterampilan, bermamfaat bagi mereka, dan bisa menjadi bekal  kedepan dalam memasuki dunia kerja.

Newsroom

Ahmad Syakir / Hanaa Afifah[:en]

BANDA ACEH. Friday (06/09). With the aim of realizing skilled human resources, it is necessary to increase the ability of one of them through non-formal education or often called education and training, Rumah Zakat Aceh held cooking and sewing training, this week sewing, which was participated by Children Juara fostered by Rumah Zakat Aceh.

They are orphans who are in the Orphan Kafalah Program (OKP) and get a scholarship almost every month. About 3 people participated in this period of training from Juara Children in the Lhoknga region, Banda Aceh, Aceh. They routinely attend training 3 meetings a week in a period of 5 months. The participants are still in high school.

Previously they admitted that they had never participated in sewing training and could not at all sew clothing.

The focus of this training material was specifically for making clothes ranging from skirts, clothes, and headscarves trained by Mrs. Dewi, a local resident. Nella Rosanti, one of the participants who participated in the training, was very pleased with this activity. She also admitted that the training was very useful for her.

Abi Muliadi as a mentor hoped that the training that was carried out could add skills, benefitted them, and could become a provision for the future in entering the workforce.

Newsroom

Ahmad Syakir / Hanaa Afifah[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia