Dalam kehidupan, tidak jarang seseorang menghadapi perlakuan yang tidak adil, baik dalam keluarga, lingkungan kerja, pertemanan, maupun kehidupan bermasyarakat. Saat menghadapi kezaliman, seorang Muslim dianjurkan untuk tetap bersabar, berikhtiar mencari keadilan, dan tidak melupakan kekuatan doa.
Islam memberikan kabar gembira bahwa doa orang yang terzalimi memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT. Bahkan, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa tidak ada penghalang antara doa orang yang dizalimi dengan Allah SWT.
Lalu, bagaimana doa mustajab orang yang terzalimi dan apa dalil yang menjelaskannya?
Baca juga : Doa Akhir Tahun Hijriah 1447 H, Bacaan Arab, Latin, dan Artinya
Kedudukan Doa Orang yang Terzalimi
Rasulullah SAW bersabda:
“Takutlah terhadap doa orang yang terzalimi, karena tidak ada hijab antara doanya dengan Allah.” HR. Bukhari dan Muslim
Hadis ini menunjukkan betapa besarnya perhatian Allah SWT terhadap hamba-Nya yang mengalami ketidakadilan. Doa yang dipanjatkan oleh orang yang dizalimi memiliki peluang besar untuk dikabulkan karena berasal dari hati yang terluka dan berharap pertolongan Allah SWT.
Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW juga bersabda:
“Ada tiga doa yang tidak diragukan lagi akan dikabulkan: doa orang tua untuk anaknya, doa musafir, dan doa orang yang terzalimi.” HR. Abu Dawud dan Tirmidzi
Doa yang Bisa Dibaca Saat Mengalami Kezaliman
Tidak ada bacaan khusus yang diwajibkan ketika seseorang mengalami kezaliman. Namun, terdapat doa-doa yang diajarkan dalam Al-Qur’an dan sunnah yang dapat diamalkan.
1. Doa Memohon Pertolongan kepada Allah
Arab
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
Latin
Hasbunallahu wa ni’mal wakiil.
Artinya
“Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.”
Doa ini pernah diucapkan oleh para nabi dan orang-orang beriman ketika menghadapi kesulitan dan ancaman.
2. Doa Nabi Yunus AS
Arab
لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Latin
Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh zhaalimiin.
Artinya
“Tidak ada tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sungguh aku termasuk orang-orang yang zalim.”
Doa ini terdapat dalam Al-Qur’an dan sering dianjurkan ketika seseorang menghadapi kesulitan atau kesempitan hidup.
Sikap Seorang Muslim Saat Dizalimi
Ketika menghadapi perlakuan yang tidak adil, Islam mengajarkan beberapa sikap penting.
Bersabar
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” QS. Al-Baqarah: 153)
Sabar bukan berarti membiarkan kezaliman terus terjadi, melainkan mengendalikan diri agar tidak membalas dengan keburukan.
Tetap Berusaha Mencari Keadilan
Islam tidak melarang seseorang memperjuangkan haknya melalui cara-cara yang dibenarkan syariat dan hukum yang berlaku.
Menghindari Balas Dendam yang Berlebihan
Meskipun seseorang memiliki hak untuk membela diri, Islam mengajarkan agar tidak melampaui batas dalam membalas perlakuan orang lain.
Memperbanyak Doa
Doa menjadi senjata seorang mukmin ketika menghadapi berbagai ujian kehidupan, termasuk kezaliman.
Mengapa Doa Orang Terzalimi Sangat Kuat?
Allah SWT adalah Dzat Yang Maha Adil. Ketika seseorang mengalami ketidakadilan, Allah memberikan perhatian khusus terhadap doanya.
Karena itu, setiap Muslim hendaknya berhati-hati agar tidak menzalimi orang lain, baik melalui perkataan, perbuatan, maupun tindakan yang merugikan hak sesama.
Rasulullah SAW mengingatkan bahwa kezaliman dapat menjadi sebab datangnya kebinasaan dan hilangnya keberkahan dalam hidup.
Hindari Mendoakan Keburukan Tanpa Alasan
Meskipun doa orang yang terzalimi mustajab, para ulama menganjurkan agar seorang Muslim tetap menjaga akhlak dalam berdoa.
Jika memungkinkan, memohon hidayah dan perbaikan bagi pihak yang berbuat zalim sering kali lebih utama daripada sekadar mendoakan keburukan.
Namun, apabila seseorang benar-benar teraniaya, ia tetap diperbolehkan berdoa memohon keadilan kepada Allah SWT.
Baca juga : Doa Kafaratul Majelis: Bacaan Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Penutup
Doa mustajab orang yang terzalimi merupakan salah satu bentuk kasih sayang dan keadilan Allah SWT kepada hamba-Nya. Ketika menghadapi perlakuan yang tidak adil, seorang Muslim hendaknya tetap bersabar, berikhtiar mencari solusi, serta memperbanyak doa kepada Allah SWT.
Dengan keyakinan bahwa Allah Maha Mendengar dan Maha Adil, setiap kesulitan yang dihadapi akan menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Oleh karena itu, selain menghindari perbuatan zalim, mari senantiasa menjaga lisan, sikap, dan tindakan agar tidak merugikan sesama manusia.
Sahabat, yuk terus peduli dan berbagi bersama Rumah Zakat.


