AWAS INVESTASI BODONG

uang-palsu-ils (1)Oleh: Ahmad Gozali

Tergiur dengan tawaran investasi dengan hasil tinggi, bahkan dengan janji tak mungkin rugi, lagi-lagi membuat banyak orang gigit jari. Beberapa bulan di awal pembayaran lancar dilakukan, tapi sebelum kembali modal yang ditanamkan, pembayaran tak lagi mudah didapatkan.

Itulah cerita yang terus berulang-ulang terjadi di dunia investasi di Indonesia. Korbannya tidak sedikit, kerugian pun cukup besar, tapi nampaknya tak banyak orang yang mau belajar dari kenyataan ini sehingga tawaran investasi ini terus menjamur.

Investasi bodong ini bisa terjadi karena 2 hal. Ada orang bodoh, atau orang yang dibodohi. Dan ada orang bohong, atau orang yang menipu. Bodoh dan bohong ini disingkat menjadi bodong. Bodoh bukan berarti berpendidikan rendah atau tidak pintar, karena kenyataannya banyak juga orang pintar yang menjadi korbannya. Tapi bodoh ini dalam arti tidak mau tahu dan tidak berusaha mencari tahu kredibilitas orang dan bisnis yang kita investasikan dananya di situ.

Investasi bodong lebih banyak ditawarkan dalam bentuk kerja sama usaha. Memodali usaha tertentu dengan nilai tertentu selama jangka waktu tertentu. Selama jangka waktu tersebut, investor kemudian diiming-imingi dengan hasil yang tinggi. Tapi sayangnya, tidak dijelaskan bahwa risikonya juga sangat tinggi.

Beberapa ciri investasi bodong yang perlu Anda waspadai:

  1. Menawarkan hasil yang tinggi

Agar menarik bagi investor, biasanya investasi bodong ditawarkan dengan keuntungan tinggi. Setidaknya 2% per bulan, bahkan ada yang berani menjanjikan sampai 10% per bulan. Tapi yang pasti, jangan cuma lihat berapa keuntungan yang dijanjikannya untuk investor. Pelajari juga perhitungan bisnisnya sehingga ia bisa memberikan hasil yang tinggi tanpa membuatnya bangkrut. Jangan bersikap bodoh dengan tidak mau tahu bagaimana bisnisnya dijalankan, kita harus menanyakan bahkan menyelidiki kredibilitas bisnisnya.

  1. Memberikan hasil yang pasti setiap bulan

Jika suatu bisnis berjalan dengan baik dan mengantongi keuntungan besar, maka wajar saja bisa memberikan hasil yang tinggi untuk investornya. Tapi tidak ada bisnis yang hasilnya pasti terus-menerus. Tiap bisnis punya trend naik dan turun tergantung cuaca, musim, selera konsumen, aturan perintah dan faktor-faktor lainnya.

  1. Mengumbar janji tak mungkin merugi

Jika bisnisnya merugi tapi Anda tetap dijanjikan hasil yang pasti, bukankah itu menjadi sangat berbahaya bagi bisnisnya?

  1. Tak ada batasan modal yang ditanamkan

Kalau Anda punya bisnis ternak ayam misalnya, modal yang Anda perlukan tentu sangat bergantung pada luas kandang yang Anda miliki. Perkebunan, sangat tergantung pada luas lahan. Pabrik, sangat tergantung pada jumlah mesin yang dimiliki.

Nah sekarang perhatikan tawaran investasi bisnis yang banyak ditawarkan. Apakah dicantumkan berapa modal yang ia perlukan? Jika tidak, maka ada dua kemungkinan. Ia bodoh sehingga tidak bisa menghitung berapa modal yang diperlukannya sendiri. Atau ia bohong karena sebetulnya uangnya bukan untuk bisnis tapi untuk diputar membayar investor sebelumnya. Dan kedua kemungkinan ini sama jeleknya, bodong juga, bodoh dan bohong.

  1. Ditawarkan dengan skema berjenjang

Cara paling efektif untuk menyebarluaskan tawaran investasi bodong adalah dengan skema yang meniru MLM. Investor yang sudah bergabung, dijadikan sebagai pemasar untuk mendapatkan investor berikutnya.

Investasi dengan hasil tinggi itu mungkin terjadi, tapi jangan pernah percaya kalau itu dipastikan setiap bulan bahkan dengan janji tak merugi. Jangan lihat siapa yang menawarkan investasinya, karena ia cuma tergiur dengan komisi dan bonusnya. Tapi lihat siapa yang menjalankan bisnisnya dan seperti apa penawaran bisnisnya. Jika ada 2 dari 5 ciri di atas, lebih baik tinggalkan saja.

 

 

Tags :
Konfirmasi Donasi