Di antara sekian banyak puasa sunnah dalam Islam, puasa Ayyamul Bidh adalah salah satu yang paling konsisten dianjurkan dan paling mudah dilakukan karena jadwalnya tetap setiap bulan.
Tapi banyak Muslim yang belum pernah mencobanya, bukan karena malas, tapi karena memang belum tahu.
Padahal keutamaan puasa ini sangat luar biasa, hanya tiga hari dalam sebulan tapi pahalanya dihitung seolah berpuasa sepanjang tahun penuh.
Ini salah satu puasa sunnah dengan efisiensi pahala yang paling tinggi di antara semua amalan sunnah yang ada.
Nah, Rumah Zakat akan membahas semua yang perlu diketahui sebelum memulai puasa Ayyamul Bidh untuk pertama kalinya, dari pengertian, hingga niat dan tata caranya.
Apa Itu Puasa Ayyamul Bidh?
Sebelum membahas keutamaan dan tata caranya, penting untuk memahami dulu apa yang dimaksud dengan Ayyamul Bidh dan mengapa dinamakan demikian.
Definisi dan Waktu Pelaksanaannya
Ayyamul Bidh secara bahasa berarti hari-hari putih, merujuk pada malam-malam di pertengahan bulan Hijriah ketika bulan purnama bersinar penuh sehingga langit terlihat sangat terang.
Puasa ini dikerjakan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan dalam kalender Hijriah.
Tiga hari ini konsisten setiap bulan tanpa terkecuali, kecuali jika bertepatan dengan hari-hari yang diharamkan berpuasa seperti hari raya Idul Fitri dan Idul Adha atau hari-hari tasyrik.
Dalil yang Menjadi Landasannya
Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa tiga hari setiap bulan adalah seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini adalah dasar utama yang menjadikan puasa Ayyamul Bidh sebagai salah satu amalan paling efisien dalam Islam karena pahala besarnya bisa diraih hanya dalam tiga hari setiap bulan.
Baca Juga: Sayang untuk Dilewatkan! Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah
Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
Ada beberapa keutamaan spesifik dari puasa Ayyamul Bidh yang sangat layak menjadi motivasi untuk segera memulainya.
Pahala yang Setara Puasa Sepanjang Tahun
Dasar perhitungannya sangat sederhana. Setiap kebaikan dalam Islam dilipatgandakan sepuluh kali oleh Allah SWT. Tiga hari puasa dikali sepuluh menghasilkan tiga puluh, yang setara dengan satu bulan penuh.
Dua belas bulan dikali tiga hari berarti tiga puluh enam hari yang jika dikalikan sepuluh menjadi tiga ratus enam puluh hari atau setara satu tahun penuh.
Perhitungan pahala ini bukan rekayasa manusia, tapi berdasarkan prinsip Allah SWT yang disebutkan dalam Al-Qur’an:
مَن جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا
“Barang siapa membawa kebaikan, maka baginya pahala sepuluh kali lipat dari kebaikan itu.” (QS. Al-An’am: 160)
Amalan yang Dicontohkan Langsung oleh Rasulullah SAW
Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berwasiat kepadanya untuk tiga hal yang selalu dijaga hingga wafat, salah satunya adalah puasa tiga hari setiap bulan.
Ini menunjukkan betapa konsistennya Rasulullah SAW dalam menjaga amalan ini sebagai bagian dari rutinitas ibadah beliau.
Abu Dzarr Al-Ghifari RA juga meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulan, maka berpuasalah pada tanggal tiga belas, empat belas, dan lima belas.” (HR. Tirmidzi, An-Nasai, Ahmad, hasan shahih)
Niat dan Tata Cara Puasa Ayyamul Bidh
Setelah memahami keutamaannya, berikut panduan praktis untuk memulai puasa Ayyamul Bidh dengan benar.
Niat Puasa Ayyamul Bidh
Niat puasa Ayyamul Bidh bisa dibaca pada malam hari sebelum tidur atau saat sahur sebelum fajar:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ayyaamil bidhi sunnatan lillahi ta’ala
“Aku berniat puasa Ayyamul Bidh, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Niat ini cukup diucapkan dalam hati karena yang paling utama adalah kesungguhan niat di dalam hati, bukan seberapa keras lafal yang diucapkan.
Tata Cara Puasa Ayyamul Bidh
Tata cara puasa Ayyamul Bidh sama dengan puasa sunnah lainnya dan tidak ada ritual khusus yang berbeda dari puasa pada umumnya.
1. Sahur Sebelum Fajar
Makan sahur sangat dianjurkan meski tidak wajib, dan waktu sahur berakhir saat masuk waktu subuh. Rasulullah SAW menganjurkan sahur karena di dalamnya ada keberkahan meski hanya dengan seteguk air.
2. Menahan Diri dari yang Membatalkan Puasa
Sejak fajar hingga matahari terbenam, wajib menahan diri dari makan, minum, dan semua hal yang membatalkan puasa. Ini berlaku sama seperti puasa Ramadan dan puasa sunnah lainnya.
3. Menjaga Lisan dan Perilaku
Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tapi juga menjaga lisan dari perkataan yang tidak bermanfaat dan perilaku yang bertentangan dengan semangat ibadah.
Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta saat puasa, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.
4. Berbuka saat Maghrib
Berbuka dilakukan segera saat masuk waktu Maghrib, diawali dengan doa berbuka puasa. Dianjurkan berbuka dengan kurma atau air putih mengikuti sunnah Rasulullah SAW sebelum makan lebih banyak.
5. Boleh Dikerjakan Tidak Berurutan
Jika tanggal 13 ada halangan seperti sakit atau perjalanan jauh, boleh mengganti di hari lain dalam bulan yang sama meski sebagian ulama menyarankan tetap di tiga tanggal tersebut jika memungkinkan.
Baca Juga: Mengganti Puasa di Hari Jumat, Boleh atau Tidak?
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memulai
Beberapa hal penting yang perlu dipahami sebelum memulai puasa Ayyamul Bidh untuk pertama kalinya:
- Tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah adalah waktu pelaksanaannya, bukan tanggal Masehi.
- Tidak harus dikerjakan ketiganya sekaligus jika ada halangan, tapi semakin lengkap semakin baik.
- Boleh digabung dengan niat lain seperti puasa Senin jika tanggalnya kebetulan bertepatan.
- Sahur sangat dianjurkan meski tidak wajib, sebagaimana sahur pada puasa sunnah lainnya.
- Jika ada utang puasa Ramadan, mayoritas ulama menganjurkan menyelesaikannya terlebih dahulu sebelum memperbanyak puasa sunnah.
Kesimpulan
Jadi, puasa Ayyamul Bidh adalah salah satu amalan sunnah paling efisien yang bisa dikerjakan oleh setiap Muslim, hanya tiga hari sebulan tapi pahalanya setara puasa sepanjang tahun.
Tidak ada alasan yang terlalu kuat untuk terus menundanya jika sudah memahami keutamaannya.
Mulai dari bulan ini, coba tandai tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah di kalender dan jadikan puasa Ayyamul Bidh sebagai amalan bulanan yang konsisten.
Dan lengkapi ibadah puasa ini dengan berbagi kebaikan melalui Rumah Zakat karena kombinasi puasa dan sedekah adalah amalan yang paling dicintai Allah dan paling berdampak bagi sesama.

