Bolehkah Mendoakan Keburukan bagi Orang yang Menzhalimi Kita?

oleh | Jul 17, 2026 | Inspirasi

Pernah diperlakukan tidak adil sampai hati rasanya sesak dan ingin rasanya membalas lewat doa? Perasaan itu manusiawi, dan Islam memahaminya dengan sangat bijak.

Ternyata ada ruang dalam syariat untuk mendoakan keburukan bagi orang yang menzhalimi. Tapi ada batasan dan adabnya yang perlu dipahami agar doa itu tidak melampaui batas.

Nah, artikel ini akan membahas hukum, batas, dan adab mendoakan keburukan bagi orang yang menzhalimi secara lengkap berdasarkan Al-Qur’an dan hadis.

Hukum Mendoakan Keburukan bagi Orang yang Menzhalimi

Islam tidak melarang seseorang mengungkapkan rasa sakit hatinya kepada Allah SWT, termasuk lewat doa. Berikut penjelasan hukumnya secara rinci.

Diperbolehkan dalam Batas Kezhaliman yang Dialami

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

لَّا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلَّا مَن ظُلِمَ

“Allah tidak menyukai perkataan buruk yang diucapkan terang-terangan, kecuali oleh orang yang dizhalimi.” (QS. An-Nisa: 148)

Ayat ini menjadi dasar bahwa orang yang dizhalimi punya hak untuk mengungkapkan keluhannya, termasuk berdoa meminta keadilan atas kezhaliman yang menimpanya.

Doa Orang yang Terzhalimi Dikabulkan Allah

Rasulullah SAW bersabda:

اتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ

“Takutlah terhadap doa orang yang terzhalimi, karena tidak ada hijab antara doanya dengan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan betapa kuatnya posisi orang yang terzhalimi di hadapan Allah SWT.

Baca Juga: Bagaimana Kondisi Orang yang Suka Menzalimi Manusia di Akhirat Kelak?

Batasan yang Wajib Diperhatikan

Diperbolehkan bukan berarti tanpa batas. Ada garis yang tidak boleh dilewati agar doa tersebut tetap berada dalam koridor syariat.

1. Doa Harus Setara dengan Kezhaliman yang Diterima

Doa keburukan hanya dibenarkan sebatas kezhaliman yang dialami, tidak boleh berlebihan atau melampaui batas. Misalnya, dizhalimi dalam hal harta, maka mendoakan kerugian harta bagi pelaku masih dalam batas yang dibolehkan.

Tapi mendoakan kebinasaan total, keturunannya ikut terkena, atau azab yang jauh melebihi perbuatannya, itu sudah keluar dari koridor yang diperbolehkan.

2. Tidak Boleh Mendoakan Keburukan bagi Orang yang Sudah Menyesal

Jika orang yang menzhalimi sudah bertaubat, meminta maaf, atau mengembalikan hak yang diambil, maka mendoakan keburukan baginya sudah tidak dibenarkan. Islam sangat menghargai taubat dan memberi ruang bagi setiap manusia untuk berubah.

Yang Lebih Utama: Memaafkan dan Bersabar

Boleh mendoakan keburukan, tapi yang lebih tinggi derajatnya adalah memaafkan. Ini bukan berarti lemah, justru sebaliknya.

Memaafkan Lebih Dicintai Allah

Allah SWT berfirman:

وَإِن تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Jika kalian memaafkan, berlapang dada, dan mengampuni, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. At-Taghabun: 14)

Memaafkan bukan untuk meringankan beban si pelaku, tapi untuk membebaskan diri sendiri dari belenggu rasa sakit yang berkepanjangan.

Membalasnya dengan Kebaikan Justru Lebih Mulia

Rasulullah SAW tidak pernah mendoakan keburukan bagi orang yang menyakitinya secara pribadi. Beliau memilih mendoakan hidayah, karena itulah puncak kemuliaan akhlak seorang Muslim.

Bersabar dan mendoakan kebaikan bagi yang menzhalimi memang berat, tapi pahalanya jauh lebih besar di sisi Allah SWT.

Adab Berdoa bagi Orang yang Terzhalimi

Meski diperbolehkan, ada adab yang perlu dijaga agar doa tetap bernilai ibadah, bukan sekadar luapan emosi. Berikut adab yang perlu dijaga:

  • Niatkan doa sebagai bentuk memohon keadilan kepada Allah, bukan sebagai pelampiasan amarah semata.

  • Batasi doa sesuai dengan kezhaliman yang dialami, jangan berlebihan.

  • Tetap jaga lisan dari sumpah serapah atau kata-kata kotor di luar doa.

  • Iringi doa dengan sabar dan tawakkal, karena Allah Maha Mengetahui waktu terbaik untuk mengabulkan.

  • Usahakan tetap memaafkan dalam hati, meski doa keadilan tetap dipanjatkan.

Baca Juga: Yuk, Jaga Lisan! Ketahui Adab Berbicara dalam Islam

Kesimpulan

Jadi, mendoakan keburukan bagi orang yang menzhalimi hukumnya boleh, tapi harus setara dengan kezhaliman yang diterima dan tidak melampaui batas. Ini adalah hak yang Allah berikan sebagai bentuk keadilan bagi orang yang lemah dan terzhalimi.

Namun yang jauh lebih utama adalah memaafkan, bersabar, dan menyerahkan segalanya kepada Allah yang Maha Adil. Karena pada akhirnya, ketenangan hati lebih berharga dari kepuasan sesaat atas balasan yang diharapkan.

Sambil terus berbesar hati, salurkan sebagian rezeki melalui Rumah Zakat sebagai bentuk sedekah dan kebaikan yang bisa memutus mata rantai kezhaliman di sekitar kita.

Kalkulator Zakat

Hitung zakat Anda secara akurat dengan kalkulator zakat kami

Donatur Care

Silakan cek riwayat donasi Anda disini

Link Terkait