Sudah kirim puluhan lamaran, ikut beberapa wawancara, tapi kabar baik tak kunjung datang. Rasanya melelahkan, apalagi saat teman seangkatan satu per satu sudah mulai bekerja di tempat baru.
Di titik seperti ini, doa menjadi tempat bersandar yang paling menenangkan sekaligus paling menguatkan. Dan Islam mengajarkan doa-doa indah yang bisa diamalkan sambil terus berikhtiar mencari pekerjaan.
Nah, Rumah Zakat akan membahas teladan kesabaran Nabi Ayub AS, doa memudahkan pekerjaan, dan amalan pendukungnya.
Kesabaran Nabi Ayub AS, Teladan Saat Pintu Rezeki Belum Terbuka
Sebelum masuk ke doanya, ada kisah kesabaran yang sangat relevan bagi siapa pun yang sedang menunggu.
Kisah Singkat Nabi Ayub AS
Nabi Ayub AS dikaruniai harta, keluarga, dan kesehatan, lalu Allah mengujinya dengan penyakit selama bertahun-tahun.
Beliau tetap bersabar dan hanya memohon pertolongan kepada Allah, hingga nikmatnya dikembalikan berlipat ganda.
Doa Nabi Ayub saat Menghadapi Kesulitan
Doa ini terdapat dalam QS. Al-Anbiya ayat 83, dan sering diamalkan saat menghadapi kesulitan hidup.
أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ
Annii massaniyadh-dhurru wa anta arhamur-raahimiin
“Sungguh aku telah ditimpa penyakit, dan Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.” (QS. Al-Anbiya: 83)
Kata ad-dhurr bermakna kemudharatan, sehingga doa ini juga dipanjatkan saat kesulitan lain menimpa. Dengan doa ini, tekad untuk tidak putus asa kembali terisi saat lamaran belum berbalas.
Baca Juga: Apakah Hadiah atau Bonus Kerja Termasuk Harta yang Wajib Dizakati?
Doa agar Dimudahkan Mendapatkan Pekerjaan
Berikut empat doa dari Al-Qur’an dan hadis yang bisa diamalkan sambil terus berikhtiar.
1. Doa Nabi Musa AS Memohon Kebaikan
Nabi Musa AS memanjatkan doa ini saat lelah, lapar, dan belum punya pegangan hidup.
رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ
Rabbi innii limaa anzalta ilayya min khairin faqiir
“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat membutuhkan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.” (QS. Al-Qasas: 24)
Tidak lama kemudian, Allah mempertemukan beliau dengan pekerjaan dan tempat tinggal di Madyan.
2. Doa Memohon Kelapangan Dada dan Kemudahan Urusan
Doa ini sangat cocok dibaca sebelum wawancara agar hati tenang dan urusan dimudahkan.
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي
Rabbisy-rahlii shadrii wa yassir lii amrii
“Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah urusanku.” (QS. Thaha: 25-26)
3. Doa Memohon Ilmu Bermanfaat dan Rezeki yang Baik
Rasulullah SAW rutin membaca doa ini setelah salam sholat subuh, memohon rezeki yang baik.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا
Allaahumma innii as’aluka ‘ilman naafi’an wa rizqan thayyiban wa ‘amalan mutaqabbalan
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima.” (HR. Ibnu Majah)
4. Doa Memohon Kemudahan dari Allah
Doa ini mengingatkan bahwa segala kemudahan, termasuk diterima kerja, sepenuhnya berada di tangan Allah.
اللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا
Allaahumma laa sahla illaa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul hazna idzaa syi’ta sahlaa
“Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau jadikan mudah, dan Engkau menjadikan kesulitan bila Engkau kehendaki menjadi mudah.” (HR. Ibnu Hibban)
Baca Juga: Doa agar Tidak Stres Bekerja Lengkap Arab, Latin, Artinya, dan Keutamaannya
Amalan Pendukung agar Doa Semakin Dekat Terkabul
Doa akan terasa lebih bermakna jika diiringi amalan yang membuka pintu pertolongan Allah.
1. Perkuat Takwa dan Yakin pada Janji Allah
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Siapa yang bertakwa kepada Allah, Dia akan membukakan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. At-Talaq: 2-3)
Takwa menjadi kunci terbukanya jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak disangka.
2. Teruskan Ikhtiar Tanpa Henti
Tawakkal bukan berarti diam, jadi tetaplah memperbaiki CV, belajar keterampilan, dan memperluas relasi. Rasulullah SAW mengajarkan untuk mengikat unta terlebih dahulu, baru bertawakkal sepenuhnya kepada Allah.
3. Jaga Sholat dan Perbanyak Sedekah
Sholat yang terjaga dan sedekah yang rutin adalah dua pembuka rezeki yang sering terlupakan. Sedekah juga melatih hati agar tetap merasa cukup meski penghasilan belum juga datang saat ini.
Baca Juga: Sudah Dewasa & Bekerja, Apakah Anak Wajib Menafkahi Orang Tuanya?
Kesimpulan
JAdi, belum mendapat pekerjaan bukan tanda Allah melupakan, melainkan ujian kesabaran seperti yang dialami Nabi Ayub AS. Teruslah berdoa, berikhtiar, dan percaya bahwa pertolongan Allah datang pada waktu yang paling tepat.
Saat pintu rezeki belum terbuka, berbagi justru bisa menjadi cara paling indah mengetuknya. Sahabat, yuk terus peduli dan berbagi bersama Rumah Zakat, sebagai ikhtiar spiritual yang tulus.

