Doa iftitah merupakan bacaan pembuka shalat yang disunnahkan untuk dibaca setelah takbiratul ihram, sebelum membaca surat Al-Fatihah.
Doa ini menjadi salah satu amalan yang menambah kekhusyukan dalam ibadah, karena di dalamnya terkandung pujian kepada Allah dan pengakuan atas kebesaran-Nya.
Meskipun hukumnya sunnah, Rasulullah SAW hampir selalu membaca doa iftitah dalam shalatnya. Karena itu, banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk membiasakan membaca doa ini agar ibadah semakin sempurna dan penuh kekhusyukan.
Nah, di artikel ini akan dibahas bacaan doa iftitah lengkap dalam tulisan Arab, latin, arti, hukum membacanya, dalil, keutamaan, hingga beberapa versi doa iftitah yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW.
Bacaan Doa Iftitah Lengkap
Berikut bacaan doa pembuka shalat yang diajarkan oleh Rasulullah SAW
اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Allāhu akbaru kabīrā, walhamdu lillāhi katsīrā, wa subhānallāhi bukratan wa ashīlā.
Artinya: “Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya. Maha Suci Allah di waktu pagi dan petang.” HR. Muslim
Doa ini merupakan salah satu riwayat doa iftitah yang shahih dan banyak diamalkan oleh kaum muslimin. Namun, Rasulullah SAW juga mengajarkan beberapa bacaan doa iftitah lainnya sehingga umat Islam memiliki pilihan untuk mengamalkannya.
Riwayat Doa Iftitah Lain yang Shahih
Salah satu bacaan doa iftitah yang juga sangat populer berasal dari hadis riwayat Bukhari dan Muslim berikut.
اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالثَّلْجِ وَالْمَاءِ وَالْبَرَدِ
Allahumma baa’id bainii wa baina khathaayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqinii min khathaayaaya kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minad danas. Allahummaghsilnii min khathaayaaya bits tsalji wal maa-i wal barad.
Artinya: “Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan dosa-dosaku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana pakaian putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah dosa-dosaku dengan air, salju, dan embun.“
Baca juga : Doa Anak Baru Lahir dalam Islam agar Menjadi Anak Saleh dan Diberkahi Allah
Makna dan Keutamaan Membaca Doa Pembuka Shalat
Doa ini bukan hanya sekadar bacaan tambahan, tapi juga memiliki makna mendalam. Dalam doa iftitah, seorang hamba memuji Allah, menyatakan keikhlasan dalam beribadah, dan memohon agar shalatnya diterima.
Beberapa keutamaannya antara lain:
- Menambah kekhusyukan dalam shalat.
- Menjadi pengingat bahwa setiap ibadah dimulai dengan pujian kepada Allah.
- Mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW yang selalu membaca doa ini di awal shalat.
- Membantu menghadirkan hati agar lebih fokus ketika menghadap Allah SWT.
- Menjadi bentuk pengagungan kepada Allah sebelum membaca Al-Fatihah.
Membaca doa pembuka shalat juga membantu hati lebih tenang sebelum melanjutkan ke surat Al-Fatihah.
Bagaimana Hukum Membaca Doa Ini?
Para ulama sepakat bahwa membaca doa iftitah hukumnya sunnah muakkadah, artinya sangat dianjurkan, terutama dalam shalat-shalat sunnah dan wajib.
Namun, jika seseorang lupa membacanya, shalatnya tetap sah karena doa ini bukan bagian dari rukun atau kewajiban shalat.
Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW “Apabila salah seorang di antara kalian berdiri untuk shalat, hendaklah ia memulai dengan takbir, lalu membaca doa iftitah.” HR. Muslim
Karena bukan termasuk rukun shalat, seseorang tidak perlu melakukan sujud sahwi apabila lupa membaca doa iftitah.
Meski demikian, membiasakan membaca doa ini merupakan bentuk mengikuti sunnah Rasulullah SAW yang penuh keutamaan.
Doa Pembuka Shalat yang Diajarkan Nabi
Selain doa di atas, ada pula versi doa iftitah lain yang juga diriwayatkan dari Rasulullah SAW, salah satunya:
وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ…
Bacaan ini dikenal sebagai doa iftitah panjang yang diriwayatkan dalam beberapa hadis. Sebagian ulama menjelaskan bahwa Rasulullah SAW sering membacanya ketika melaksanakan shalat malam atau tahajud.
Nah, hal ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa bacaan doa iftitah yang sama-sama shahih dan boleh diamalkan.
Baca juga : Doa Memohon Rezeki Halal dan Berkah agar Hidup Dilingkupi Keberkahan
Kapan Sebaiknya Doa Iftitah Dibaca?
Doa ini dibaca setelah takbiratul ihram, sebelum membaca surat Al-Fatihah. Apabila menjadi makmum dan imam langsung membaca Al-Fatihah tanpa jeda, maka makmum sebaiknya langsung mengikuti bacaan imam agar tidak tertinggal.
Namun, jika masih ada waktu sebelum imam membaca Al-Fatihah, makmum boleh membaca doa iftitah terlebih dahulu.
Kesimpulan
Membaca doa pembuka shalat adalah amalan sederhana namun penuh makna. Dengan membiasakan diri membacanya, kita tidak hanya meneladani Rasulullah SAW tetapi juga memperindah awal perjumpaan kita dengan Allah SWT dalam setiap shalat.
Selain mengetahui bacaan doa iftitah, penting juga untuk memahami makna di balik setiap lafaz yang dibaca. Dengan begitu, shalat tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi benar-benar menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan hati yang khusyuk dan penuh keikhlasan.
Shalat adalah bentuk penghambaan kepada Allah, sedekah adalah bukti kasih kita pada sesama. Jadikan hari ini bermakna, mulai sedekahmu sekarang di Rumah Zakat.


