FOOD COMBINING

oleh: Desi Apriani

Tubuh sehat harus dimulai dari usus yang sehat. Bersama organ-organ tubuh lain usus membantu mendapatkan zat gizi yang dibutuhkan agar berfungsi sebagaimana mestinya dan membantu mengeluarkan limbah dari dalam tubuh.

Seiring dengan perkembangan waktu, fungsi usus dapat menurun akibat pola makan yang buruk. Pola makan buruk adalah kombinasi makanan yang tidak serasi, penggunaan obat yang tidak perlu, dan gaya hidup yg kurang baik. Kombinasi makanan yang tidak serasi menyebabkan proses pencernaan tidak sempurna atau tuntas karena sebagian makanan sudah mengalami pembusukan atau terfermentasi saat berada disaluran usus bagian atas. Banyak keluhan yang disebut alergi merupakan akibat langsung dari kombinasi makanan yang salah. Aliran darah menjemput racun dari makanan yang melewati usus. Racun inilah yang memicu timbulnya gatal-gatal, sakit kepala, mual dan berbagai macam gejala yang umum dikenali sebagai alergi.

Jika makanan dikonsumsi dalam kombinasi yg serasi, tidak peduli berapa banyak kandungan kalori atau kolesterolnya, makanan-makanan tersebut tidak akan membuat Anda kegemukan atau mengalami penyumbatan pembuluh darah dan organ-organ tubuh Anda. Terutama jika separuh makanan sehari-hari dimakan segar atau mentahan sayuran/ lalapan. Dengan mengikuti food combining, kita tidak perlu terlalu ketat mengontrol pola makan, tidak perlu menghitung kalori dan tidak perlu cemas soal kolesterol. Dengan mematuhi aturan food combining yang benar, beban pencernaan menjadi lebih ringan, penggunaan energi lebih hemat dan efisien sehingga bisa dimanfaatkan oleh fungsi tubuh lainnya, terutama untuk fungsi pembuangan.

Lalu kombinasi makanan apa saja yang serasi dan tidak serasi? Ternyata pola food combining sesuai dengan pola makan ala Rosulullah SAW Rasulullah SAW mengajarkan makan dengan tidak tergesa-gesa dan mengkonsumsi buah sebelum menyantap makanan yang mengandung lemak, dan protein. Selain itu minum air putih dan makan buah di pagi hari menjadi rutinitas Rasulullah SAW. Namun, pernyataan ketidaksesuaian food combining dengan pola makan orang Indonesia memang sering muncul. Orang Indonesia biasa sarapan dengan nasi. Dalam food combining sarapan harus buah. Apakah itu berefek buruk bagi tubuh?

Pada pagi hari hingga menjelang siang fungsi pencernaan manusia belum aktif. Buah merupakan pilihan makanan paling tepat, karena mengandung karbohidrat sederhana yang mudah dicerna, sehingga bisa menyediakan energi segera. Jika Anda sarapan nasi, sebaiknya digabung dengan hidangan vegetarian karena dalam food combining menganjurkan karbo tidak dicampur protein hewani.

Berikut contoh-contoh variasi hidangan food combining yang mungkin bisa dicoba di rumah bersama keluarga :

Hari pertama, sarapan: koktil melon, makan siang : nasi, ikan, sayur bayam makan malam : bihun goreng dan sayuran.

Hari kedua, sarapan: salad buah saos straoberi, makan siang: nasi, ayam/ikan, tempe/tahu, lalap sayuran, malam : ubi/singkong, sayur kacang panjang.

Begitu seterusnya dengan variasi yang berbeda, tapi tetap jenis menu sama. Mengkonsumsi sarapan dengan aneka buah akan membuat perut menjadi terasa lapar pada pukul 10.00. Jika Anda merasakan hal demikian, jangan langsung mengkonsumsi nasi. Konsumsi kembali buah seperti pisang/ apel. jika sulit mencarinya, Anda bisa minum jus buah favorit. Setelah 1 jam kemudian Anda dapat makan nasi. Pola makan ini akan berhasil jika pola hidup sudah mendukung. Berolah raga sangat membantu dalam menjaga kesehatan dan mengefektifkan food combining.

Tags :
Konfirmasi Donasi