Piala Dunia selalu menjadi ajang olahraga yang dinantikan oleh jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia. Di balik kemeriahan pertandingan, tidak sedikit orang yang ikut memasang taruhan untuk menebak skor, pemenang, atau hasil pertandingan dengan harapan memperoleh keuntungan.
Padahal, dalam Islam, segala bentuk perjudian atau maisir diharamkan, termasuk taruhan yang dilakukan saat pertandingan sepak bola seperti Piala Dunia. Lalu, mengapa judi Piala Dunia dilarang dalam Islam?
Baca juga : Judi dalam Pandangan Islam: Hukum, Dampak, dan Jalan Tobat
Apa Itu Judi dalam Islam?
Judi atau maisir adalah segala bentuk permainan, taruhan, atau transaksi yang melibatkan peluang memperoleh keuntungan dengan mempertaruhkan sejumlah harta. Keuntungan yang diperoleh berasal dari kerugian pihak lain dan bergantung pada unsur untung-untungan, bukan hasil usaha yang dibenarkan.
Karena mengandung unsur spekulasi dan mengambil harta orang lain tanpa hak, judi termasuk perbuatan yang dilarang dalam syariat Islam.
Dalil Larangan Judi
Allah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah agar kamu beruntung.” QS. Al-Ma’idah: 90
Pada ayat berikutnya, Allah SWT menjelaskan bahwa setan ingin menimbulkan permusuhan dan kebencian melalui minuman keras dan perjudian serta menghalangi manusia dari mengingat Allah dan melaksanakan shalat.
Ayat ini menjadi dasar yang kuat bahwa perjudian dalam bentuk apa pun, termasuk taruhan pertandingan sepak bola, hukumnya haram.
Apakah Judi Piala Dunia Termasuk Maisir?
Ya. Taruhan yang dilakukan saat Piala Dunia termasuk kategori maisir apabila seseorang mempertaruhkan uang atau harta dengan harapan memperoleh keuntungan berdasarkan hasil pertandingan.
Contohnya antara lain:
- Bertaruh skor pertandingan dengan sejumlah uang.
- Memasang taruhan melalui situs judi online.
- Mengikuti taruhan antarteman yang pemenangnya mengambil uang dari peserta lain.
- Bermain prediksi pertandingan dengan syarat membayar biaya taruhan dan pemenangnya memperoleh hadiah yang berasal dari kumpulan uang peserta.
Dalam praktik tersebut, keuntungan diperoleh dari kerugian pihak lain sehingga termasuk perjudian yang dilarang.
Mengapa Judi Diharamkan?
Islam mengharamkan judi bukan tanpa alasan. Ada banyak dampak buruk yang dapat ditimbulkan, di antaranya:
1. Mengambil Harta Orang Lain Tanpa Hak
Keuntungan dari judi tidak diperoleh melalui usaha yang halal, melainkan berasal dari kekalahan orang lain.
2. Menimbulkan Kecanduan
Banyak pelaku judi terus bermain karena berharap memperoleh keuntungan yang lebih besar. Akibatnya, mereka justru mengalami kerugian yang semakin besar.
3. Merusak Keharmonisan Keluarga
Kecanduan judi sering memicu konflik rumah tangga, masalah ekonomi, hingga perceraian.
4. Melalaikan Ibadah
Orang yang terlalu fokus pada perjudian dapat melupakan kewajiban kepada Allah SWT, termasuk shalat dan ibadah lainnya.
5. Menimbulkan Permusuhan
Perselisihan akibat kekalahan, utang, maupun pembagian hasil taruhan dapat merusak hubungan antarsesama.
Cara Menikmati Piala Dunia Secara Halal
Umat Islam tetap dapat menikmati pertandingan sepak bola tanpa melanggar syariat, misalnya dengan:
- Menonton pertandingan sebagai hiburan.
- Mendukung tim favorit tanpa melakukan taruhan.
- Mengikuti kuis atau kompetisi yang tidak mengandung unsur perjudian.
- Menjaga waktu ibadah meskipun sedang menyaksikan pertandingan.
Dengan cara tersebut, hiburan tetap dapat dinikmati tanpa terjerumus pada perbuatan yang diharamkan.
Baca juga : Hati-Hati! Dampak Judi Online Terhadap Kehidupan Seorang Muslim
Penutup
Judi Piala Dunia termasuk bentuk maisir yang diharamkan dalam Islam karena mengandung unsur taruhan, spekulasi, dan pengambilan harta orang lain tanpa hak. Larangan ini bertujuan menjaga harta, akhlak, dan keharmonisan kehidupan umat.
Sebagai seorang Muslim, hendaknya kita menikmati pertandingan olahraga secara sehat dan menjauhi segala bentuk perjudian. Rezeki yang diperoleh melalui jalan halal akan lebih membawa keberkahan daripada keuntungan sesaat yang diperoleh melalui cara yang dilarang oleh Allah SWT.
Sahabat, yuk terus peduli dan berbagi bersama Rumah Zakat.


