KEGIATAN RUMAH BELAJAR JUARA KEMBALI BERJALAN DI ERA NEW NORMAL

(Foto: Rumah Zakat)

KAB. BATU BARA, RUMAH ZAKAT – Ditengah wabah Covid-19. pemerintah telah melakukan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) dengan sistem daring dan kunjungan. Hal ini merupakan salah satu cara yang digunakan pemerintah untuk menjalankan mekanisme pendidikan ditengah masa pandemi baik anak-anak yang mampu melaksanakan pembelajaran dengan sistem daring maupun dengan sistem kunjungan.

Kegiatan Rumah Belajar Juara (RBJ) Suka Maju sudah mulai aktif pada awal Juli yang lalu serta turut hadir membantu mekanisme pendidikan dengan menerapkan sistem kunjungan kepada anak-anak yang mengalamai kesulitan dalam belajar daring. Hal ini dikarenakan anak-anak hampir seluruhnya tidak bisa melaksanakan pembelajaran dengan sistem daring.

RBJ sendiri sudah mengadakan program bimbingan belajar sejak 2018. Rumah belajar ini berlokasi di Desa Suka Maju, Kecamatan Tanjung Tiran dengan kurang lebih 110 penerima manfaatnya, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah.

Awalnya rumah belajar ini dibentuk dengan tujuan membantu anak-anak di desa untuk memecahkan masalah belajarnya di sekolah formal, seperti masalah berhitung dan membaca. Seiring berjalannya waktu, RBJ berkembang hingga membentuk LKP Juara yang menjalankan Program Pembelajaran Komputer baik Office Tool maupun Desain Grafis serta Multmedia.

Memasuki era new normal, pembelajaran yang dilakukan tetap berjalan seperti biasanya, hanya saja tetap menerapkan protokol kesehatan dan kenyamanan anak-anak dalam belajar. Salah satuya dengan membagi jadwal per anak mendapatkan jadwal 2 hari pembelajaran, Minggu (12/7).

Hal ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan anak-anak yang belajar di rumah belajar juara. Selain itu anak-anak diwajibkan mandi sebelum ke lokasi, cuci tangan sebelum belajar, bagi yang sakit diwajibkan memakai masker dan mengatur jarak (social distancing).

“Kita mencoba membantu anak-anak yang mengamali kesulitan belajar daring, karena disini anak-anak kesulitan belajar dikarenakan tidak adanya gadget ataupun PC yang bisa mereka gunakan untuk belajar. Harapan saya dengan adanya rumah belajar ini bisa menetralkan mood learning mereka, agar anak-anak tidak selalu bermain saja di masa seperti ini,” tutur Ahmad Fauzi selaku Fasilitator Rumah Zakat.

Newsroom

Amri Rusdiana

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia