Menuntun Orang Sakaratul Maut Sesuai Sunnah, Begini Caranya

oleh | Jul 14, 2026 | Inspirasi

Tidak ada momen yang lebih berat dan lebih sakral dari mendampingi orang yang kita cintai di penghujung hidupnya.

Di saat itulah peran keluarga dan orang-orang terdekat sangat menentukan, bukan hanya sebagai pengantar fisik, tapi sebagai jembatan menuju husnul khatimah.

Islam mengajarkan dengan sangat detail bagaimana seharusnya seorang Muslim mendampingi saudaranya yang sedang menghadapi sakaratul maut.

Bukan karena ini mudah dilakukan, tapi justru karena ini adalah salah satu amanah terbesar yang bisa ditunaikan untuk seseorang di momen terakhirnya.

Nah, artikel ini membahas cara menuntun orang sakaratul maut sesuai sunnah, lengkap dengan dalil, langkah-langkah praktis, dan hal-hal yang perlu dihindari agar prosesnya berlangsung dengan penuh ketenangan.

Apa yang Dimaksud Menuntun Orang Sakaratul Maut?

Sebelum membahas cara praktisnya, penting untuk memahami dulu apa yang dimaksud dengan menuntun dalam konteks ini dan mengapa Islam memberikan perhatian sangat khusus pada momen ini.

Pengertian dan Dasar Hukumnya

Menuntun orang sakaratul maut dalam istilah fikih disebut talqin, yaitu mengingatkan atau membimbing orang yang sedang menghadapi kematian untuk mengucapkan kalimat syahadat.

Tujuannya adalah agar kalimat terakhir yang keluar dari lisannya adalah kalimat tauhid.

Rasulullah SAW bersabda:

“Tuntunlah orang-orang yang akan meninggal di antara kalian dengan kalimat Laa ilaaha illallah.” (HR. Muslim)

Hadis ini menjadi dasar hukum yang sangat kuat bahwa menuntun orang sakaratul maut adalah amalan yang sangat dianjurkan, bahkan sebagian ulama menyebutnya sebagai fardhu kifayah.

Siapa yang Bertanggung Jawab Melakukannya?

Tanggung jawab ini dibebankan kepada orang-orang yang hadir di sisi orang yang sedang sakaratul maut, terutama keluarga terdekat.

Tidak harus ulama atau ustaz yang melakukannya karena siapapun yang hadir dan mampu bisa menjalankan peran ini.

Yang paling utama adalah memastikan ada orang yang dengan tenang dan ikhlas membimbing, bukan menangis histeris atau ribut di depan orang yang sedang sekarat karena itu justru bisa mengganggu ketenangan terakhirnya.

Baca Juga: Tips Agar Selamat dari Beratnya Sakaratul Maut

Cara Menuntun Orang Sakaratul Maut Sesuai Sunnah

Inilah bagian yang perlu dipahami dengan benar agar prosesnya berjalan sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

Langkah-Langkah yang Dianjurkan:

Berikut langkah-langkah menuntun orang sakaratul maut sesuai sunnah:

  1. Posisikan tubuhnya menghadap kiblat jika memungkinkan, baik dalam posisi berbaring miring ke kanan atau telentang dengan wajah menghadap kiblat.

  2. Bacakan kalimat syahadat di dekat telinganya dengan suara yang tenang dan jelas, bukan memaksa tapi mengingatkan:
    Laa ilaaha illallaah
  1. Cukup sekali atau dua kali membacakan kalimat tersebut, tidak perlu berulang-ulang karena tujuannya adalah mengingatkan, bukan menekan.

  2. Bacakan Surah Yasin di sisi orang yang sakaratul maut karena Rasulullah SAW menganjurkannya untuk meringankan proses kematian.

  3. Berdoa dengan doa kebaikan karena malaikat mengaminkan doa yang dipanjatkan di sisi orang yang sakaratul maut.

  4. Tetap tenang dan berzikir di sekitarnya agar suasana penuh dengan ketenangan dan rahmat.

Hal yang Sebaiknya Dihindari:

Ada beberapa hal yang justru tidak dianjurkan bahkan dilarang saat mendampingi orang sakaratul maut:

  • Menangis keras dan histeris di depannya karena bisa menambah beban batin orang yang sedang sekarat.

  • Memaksa atau menekan agar mengucapkan syahadat berkali-kali dengan nada tinggi.

  • Membicarakan hal-hal duniawi di sekitarnya seperti harta warisan atau urusan rumah tangga.

  • Terlalu banyak orang yang ramai di dalam ruangan karena bisa mengganggu ketenangan proses sakaratul mautnya.

  • Meminta atau mendoakan kematiannya dipercepat karena ini dilarang dalam Islam meski kondisinya sudah sangat menderita.

Baca Juga: Doa untuk Orang Meninggal Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya

Adab dan Sikap di Sisi Orang yang Sakaratul Maut

Menuntun bukan hanya soal apa yang diucapkan, tapi juga soal bagaimana suasana dan sikap yang dihadirkan oleh orang-orang yang mendampingi.

Suasana yang tenang adalah salah satu hadiah terbaik yang bisa diberikan kepada orang yang sedang menghadapi perjalanan terakhirnya.

Rasulullah SAW mengajarkan agar kita mendoakan kebaikan karena malaikat akan mengaminkan apapun yang diucapkan. Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila kalian mendatangi orang yang sekarat atau orang yang sakit, ucapkanlah yang baik-baik karena para malaikat mengaminkan apa yang kalian ucapkan.” (HR. Muslim)

Beberapa adab tambahan yang perlu dijaga:

  • Batasi jumlah orang yang masuk ke ruangan agar tidak terlalu ramai dan sesak.

  • Berbicaralah pelan dan hanya untuk hal-hal yang bermanfaat.

  • Perbanyak istighfar dan sholawat dalam hati agar suasana dipenuhi dengan getaran kebaikan.

  • Jangan terburu-buru menghukumi apakah seseorang meninggal dalam keadaan baik atau buruk karena itu hak Allah semata.

Kesimpulan

Jadi, menuntun orang sakaratul maut adalah amanah yang sangat mulia dan momen yang tidak akan terulang. Yang dibutuhkan bukan keahlian khusus, tapi ketenangan, keikhlasan, dan niat tulus untuk membantu saudara seiman menghadapi perjalanan terakhirnya dengan sebaik-baiknya.

Semoga setiap Muslim diberi kekuatan dan ketenangan saat menghadapi momen berat ini, baik saat menuntun orang lain maupun saat tiba giliran sendiri.

Dan salah satu amal terbaik yang bisa dilakukan untuk orang yang sudah meninggal adalah dengan menyalurkan sedekah jariyah atas namanya melalui Rumah Zakat, agar pahala terus mengalir meski jasadnya sudah kembali kepada Allah.

Kalkulator Zakat

Hitung zakat Anda secara akurat dengan kalkulator zakat kami

Donatur Care

Silakan cek riwayat donasi Anda disini

Link Terkait