[:ID]NURSE, WIRAUSAHAWAN BARU YANG SENANG BERBAGI[:en]NURSE, NEW ENTREPRENEUR WHO LIKE TO SHARE[:]

[:ID]CIREBON. “Alhamdulillah omzet penjualan sari kedelai saya sekarang sudah mencapai Rp15 juta per bulan,” ungkap Nurse, penerima manfaat bantuan usaha yang kini sudah mandiri. Laki-laki usia 45 tahun ini mulai merintis usaha sari kedelai sejak tiga tahun lalu.

Setelah puluhan tahun menjadi buruh, Nurse memberanikan diri untuk keluar dari tempatnya bekerja dan mulai membuka usaha sari kedelai. Kemampuannya membuat sari kedelai ia peroleh dari hasil membaca dan melihat video di internet. Ketika memulai usahanya tersebut Nurse rela membagikan secara gratis produk sari kedelai kepada tetangga dan warga sekitar. Dengan demikian Ia bisa tahu selera pasar dan akan lebih mudah dalam menentukan harga jual.

Selang tiga bulan berjualan sari kedelai, Nurse yang beralamat di Kp. Kesunean Selatan RT 05/RW 09 Kelurahan Kasepuhan, kecamatan Lemahwungkuk kota Cirebon ini pun mendapat bantuan dari Rumah Zakat Cirebon berupa modal, sarana usaha, serta pendampingan untuk meningkatkan kemampuannya dalam mengelola bisnis tersebut. “Alhamdulillah dengan adanya bantuan dari Rumah Zakat Cirebon, produksi sari kedelai semakin meningkat, tentunya omzet pun meningkat. Saya bersyukuri dengan adanya program pendampingan produk sari kedelai saya bisa terdaftar dan memiliki label halal, serta dinkes,” ungkapnya.

Kini Nurse tercatat sebagai penerima manfaat mandiri, keuntungan yang ia peroleh sudah bisa menyekolahkan anak-anaknya serta membayar karyawan. Menurut Nurse karyawan yang bekerja di rumahnya bukan hanya untuk membantu produksi sari kedelai, tapi juga untuk belajar agar kelak mereka bisa membuka usaha sendiri.

Sebagai wirausahawan baru, Nurse memang dikenal senang berbagi. Salah satu  caranya berbagi adalah dengan membuat program Sabtu Sehat.  Sesuai moto yang dimilikinya, maka setiap Sabtu Nurse membagikan sari kedelai gratis untuk ibu hamil  dan lansia. Bukan hanya itu, bapak dua anak ini juga rutin menyetorkan kotak infaq Rumah Zakat Cirebon yang ada di rumahnya.

“Sebagai rasa syukur, sedikit-sedikit saya juga ingin jadi donatur. Dulu saya yang dibantu, semoga dengan ini saya juga bisa membantu orang lain. Mohon doanya agar saya bisa istiqomah,” ungkap Nurse.

 

Ai Ratih Rusmayanti

Cirebon

 

 

 

 

 

 

 

 [:en]CIREBON. “Alhamdulillah the omzet of my soybean now has reached Rp15 million per month,” said Nurse, the beneficiary of Rumah Zakat Cirebon business assistance who is now independent. This 45-year-old man began to pioneer soybean extract business since three years ago.

After decades being labor, Nurse dared to get out of his place of work and began to open a soybean business. His ability to make soy sour he obtained from reading and viewing videos on the internet. He started his business by distributing free soy bean products to his neighbors and local residents. So that he can know the tastes of the market and that will make him easier to determinate the selling price.

After three months of selling soybeans, Nurse who lives at Kp. Kesunean Selatan RT 05/RW 09 Kelurahan Kasepuhan, kecamatan Lemahwungkuk kota Cirebon received assistance from Rumah Zakat Cirebon in the form of capital, business facilities, and assistance to improve his ability to manage the business. “Alhamdulillah with the assistance of Rumah Zakat Cirebon, the production of soybean extract increased, of course, the turnover also increased. As new entrepreneur, I’m very grateful for the assistance program, my soybean juice even can be registered and have halal label, and label from public health office (Binas kesehatan),” he said.

Nurse is now listed as an independent beneficiary, the benefits he gained are able to send their children to school and pay employees. According to Nurse’s employees who work at home not only to help the production of soy extract, but also to learn that later they can open their own business.

As a new entrepreneur, Nurse is known to like to share. One way to share is to create a Sabtu Sehat program. According to the motto he has, then every Saturday Nurse distributed free soya extract for pregnant women and the elderly. Not only that, he also regularly deposit infaq box of Rumah Zakat Cirebon in his house.

“As a gratitude, I also want to be a donor. I used to be assisted, hopefully with this I can also help others. Please pray for me to be istiqomah (consistence),” said Nurse.

 

Ai Ratih Rusmayanti

Cirebon

 [:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia