Menjelang Idul Adha, dua puasa sunnah ini selalu jadi topik yang ramai dicari: puasa Tarwiyah di tanggal 8 Dzulhijjah dan puasa Arafah di tanggal 9 Dzulhijjah. Keduanya punya keutamaan yang luar biasa dan sangat sayang untuk dilewatkan.
Yang paling banyak dicari sebelum mengamalkannya adalah lafalnya, niat dalam Arab, latin, dan artinya yang benar. Karena meski niat itu di dalam hati, mengetahui lafalnya membantu meneguhkan kesungguhan dan memahami makna di balik ibadah yang dijalani.
Nah, Rumah Zakat akan membahas lafal niat puasa Tarwiyah dan Arafah secara lengkap beserta waktu, keutamaan, dan panduan praktis mengamalkannya.
Niat Puasa Tarwiyah
Puasa Tarwiyah dikerjakan pada tanggal 8 Dzulhijjah, sehari sebelum puasa Arafah. Berikut lafal niatnya yang bisa langsung diamalkan.
Lafal Niat Puasa Tarwiyah Arab, Latin, dan Artinya
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma yaumit tarwiyati sunnatan lillahi ta’ala
“Aku berniat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Niat ini diucapkan dalam hati, tidak harus dilafazkan keras. Waktu niatnya adalah sebelum fajar (sebelum imsak), karena ini termasuk puasa sunnah yang niatnya bisa dilakukan sejak malam hingga sebelum tergelincirnya matahari selama belum makan atau minum apapun.
Waktu dan Ketentuan Puasa Tarwiyah
Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada 8 Dzulhijjah, hari jamaah haji bergerak dari Makkah menuju Mina untuk persiapan wukuf di Arafah.
Beberapa hal penting yang perlu diketahui:
- Waktu: dari fajar (imsak) hingga maghrib, sama seperti puasa Ramadan
- Hukum: sunnah – sangat dianjurkan tapi tidak wajib
- Dalil: termasuk dalam keutamaan umum puasa di 10 hari pertama Dzulhijjah (HR. Bukhari)
- Boleh digabung dengan niat puasa sunnah lain jika jadwalnya bertepatan
- Khusus non-haji: puasa ini untuk yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji
Baca Juga: Puasa Tarwiyah vs Arafah, Apa Bedanya dan Mana yang Lebih Utama?
Niat Puasa Arafah
Puasa Arafah adalah puncak dari puasa-puasa sunnah di bulan Dzulhijjah, dengan keutamaan penghapusan dosa yang tidak dimiliki puasa sunnah lainnya.
Lafal Niat Puasa Arafah Arab, Latin, dan Artinya
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala
“Aku berniat puasa Arafah, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Sama seperti Tarwiyah, niat ini dilakukan dalam hati sebelum fajar. Yang membedakannya bukan lafalnya, tapi besarnya pahala yang dijanjikan Allah untuk satu hari puasa ini.
Keutamaan dan Waktu Puasa Arafah
Puasa Arafah dikerjakan pada 9 Dzulhijjah, hari di mana jutaan jamaah haji sedang wukuf di Padang Arafah. Untuk yang tidak berhaji, hari ini adalah kesempatan meraih pahala luar biasa.
Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.” (HR. Muslim)
Satu hari puasa, dua tahun dosa diampuni. Tidak ada puasa sunnah lain yang menyamai keutamaan ini.
Baca Juga: Ide Menu Berbuka Biar Puasa Tarwiyah-Arafah Tetap Sehat
Panduan Praktis Mengamalkan Kedua Puasa Ini
Sudah tahu niat dan keutamaannya, sekarang bagaimana memastikan keduanya bisa dijalankan tanpa hambatan.
Beberapa hal praktis yang perlu diperhatikan:
- Tandai kalender jauh-jauh hari dengan tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah sesuai kalender Hijriah yang berlaku tahun ini
- Sahur meski bukan wajib untuk puasa sunnah, sahur memberikan energi dan keberkahan tersendiri
- Niat boleh dilakukan malam sebelumnya atau di pagi hari sebelum fajar, selama belum makan atau minum
- Prioritaskan Arafah jika hanya bisa satu hari, keutamaannya jauh lebih besar dari Tarwiyah
- Jangan lupa: tanggal 10 Dzulhijjah (Idul Adha) adalah hari yang dilarang berpuasa
- Untuk jamaah haji yang sedang wukuf di Arafah: tidak dianjurkan berpuasa Arafah agar kuat menjalankan rangkaian ibadah haji
Kesimpulan
Jadi, niat puasa Tarwiyah dan Arafah sangat singkat tapi maknanya dalam, keduanya adalah pernyataan kepada Allah bahwa ibadah ini dikerjakan murni untuk-Nya. Hafalkan lafalnya, tandai tanggalnya, dan jangan lewatkan salah satu dari dua hari terbaik di bulan Dzulhijjah ini.
Jadikan hari-hari penuh berkah ini semakin bermakna dengan berbagi kebaikan melalui Rumah Zakat, karena sedekah di 10 hari pertama Dzulhijjah adalah amal yang paling dicintai Allah sepanjang tahun.

