PELATIHAN KOMPUTER DI DESA BERDAYA RAGATUNJUNG KEMBALI DILAKUKAN SECARA TATAP MUKA

(Foto: Rumah Zakat)

KAB. BREBES, RUMAH ZAKAT – Rumah Pengembangan Potensi Masyarakat (P2M) berbentuk LKP Logval.com kembali melakukan kegiatan pelatihan di era new normal. Lembaga kursus komputer yang diinisiasi oleh Arifin (Fasilitator Rumah Zakat) ini berlokasi di Desa Ragatunjung, Kecamatan Paguyangan.

Di masa pandemi covid-19, kegiatan LKP tetap berjalan meskipun tidak melakukan pembelajaran secara tatap muka, tetapi menggunakan model daring (dalam jaringan). Peserta pun hanya bisa melihat/mempraktekan pengoperasian komputer dengan cara melihat video yang dibuat oleh tutor dan dikirimkan melalui grup Whats’App.

Namun karena sudah memasuki masa new normal, Arifin beserta tim pengajar memutuskan untuk kembali melakukan kegiatan pelatihan secara langsung tatap muka, tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Protokol kesehatan yang diterapkan diantaranya cuci tangan dulu kemudian kegiatan menggunakan masker, meskipun jarak peserta kursus tidak satu meter tetapi mereka tetap mengantisipasi agar tidak kontak atau bersentuhan langsung dengan peserta lainnya.

“Asikkk,” begitu sambut Rita salah satu peserta kursus antusias ketika mengetahui LKP akan dibuka kembali secara tatap muka.

Selasa kemarin (21/7) kegiatan pelatihan kembali dimulai semenjak empat bulan lalu dioffkan secara tatap muka.

LKP yang sudah berdiri sejak 2018 ini merupakan lembaga resmi yang telah mendapat legalitas dari dinas terkait. Kegiatan pelatihannya dilakukan 2 kali dalam sepekan.

LKP ini telah meluluskan pesertanya disertai sertifikat keahlian resmi. Sehingga banyak dari lulusannya yang diterima di beberapa tempat. Saat ini ada 10 peserta kursus yang aktif mengikuti kegiatan pelatihan dan didominasi oleh remaja usia sekolah menengah.

Berawal dari keprihatinan melihat banyaknya masyarakat yang hanya lulusan SMP bahka SD dan tidak memiliki keterampilan khusus sehingga mereka sangat susah mendapatkan pekerjaan, maka LKP ini terbentuk. Selain memberikan wawasan terkait melek teknologi juga agar mereka mempunyai skill dalam mengoperasikan komputer.

Sebelumnya di desa ini belum pernah ada pelatihan komputer. Karena itu, anak-anak sangat senang ketika kegiatan pelatihan berlangsung, meskipun komputer yang ada bisa dikatakan masih terbatas, tapi sejauh ini masih bisa diatur agar semua anak bisa belajar. Antusiasme dari anak-anak juga sangat terlihat ketika proses pembelajaran.

Newsroom

Amri Rusdiana

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia