PROGRAM ECOBRICK PERTAMINA BERHASIL KURANGI 2 KUINTAL SAMPAH PLASTIK DALAM WAKTU 6 BULAN

MEDAN. (19/02) PT Pertamina (Persero) MOR I TBBM Medan Group bersama Rumah Zakat melaksanakan program Ecobrick di Lingkungan 24 dan 25 Kelurahan Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan.

Ecobrick merupakan bata yang terbuat dari botol plastik kemasan air mineral yang diisi limbah sampah plastik yang dipadatkan. Ecobrick ini merupakan salah satu upaya dalam aktivitas melestarikan lingkungan dengan mengurangi limbah sampah plastik. Selain itu ecobrick bertujuan untuk menjadikan limbah sampah plastik menjadi benda berdaya guna serta bernilai ekonomi.

“Program Ecobrick PT Pertamina (Persero) MOR I TBBM Medan Group dan Rumah Zakat pertama kali disosialisasikan pada bulan Juli 2018 kepada masyarakat Lingkungan 24 dan 25 Kelurahan Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan. Lokasi ini merupakan wilayah Ring 1 PT Pertamina (Persero) MOR I TBBM Medan Group. Program ini mendapatkan sambutan yang positif dari warga dan juga kepala lingkungan setempat,” ujar Rani Mayda selaku Project Coordinator Rumah Zakat.

Pada bulan Agustus 2018 kader Ecobrick sudah terbentuk sebanyak 10 orang. Kader ini mendapatkan pelatihan dari pengenalan ecobrick, cara membuat ecobrick, sampai pembuatan ecobrick menjadi produk yang bermanfaat seperti tempat duduk, vas bunga dan lain-lain.

Proses pembuatan ecobrick diawali dengan pengumpulan limbah botol plastik air mineral serta limbah plastik seperti limbah kemasan kopi sachet serta jajanan anak-anak.

Untuk mendapatkan limbah tersebut kader ecobrick bekerjasama dengan masyarakat serta warung-warung yang ada di sekitar lingkungan 24 dan 25 untuk tidak membuang limbah sampah plastik tersebut akan tetapi disimpan dan dikumpulkan ke lokasi pembuatan ecobrick.

Sampai saat ini program ecobrick telah mampu mengurangi sampah plastik sebanyak 189kg atau hampir 2 kuintal sampah dalam waktu 6 bulan di lingkungan 24 Pekan Labuhan.

Kini lokasi TPA yang biasanya digunakan warga untuk membuang semua jenis sampah, hanya digunakan untuk membuang sampah organik saja. Selain itu kini kader ecobrick sudah mampu memberikan penyuluhan mengenai ecobrick, salah satunya ke sekolah Aljamiatul Washliyah Pekan Labuhan. Saat ini sekolah tersebut sudah memiliki 1 kelompok kader cilik yang menjadi penggerak program ecobrick di sekolah.

“Program ecobrick akan terus berlanjut dengan salah satu target di tahun ini menjadikan lingkungan 24 menjadi Desa 1000 ecobrick” ujar Meyda.

Newsroom
Lailatul Istikhomah

Tags :
Konfirmasi Donasi