RUMAH ZAKAT BERANTAS BUTA AL QURAN DI DUKUH GAYAM

TEGAL. Dukuh Gayam adalah satu-satunya pedukuhan di Desa Banjaranyar yang “tertinggal” nyaris dalam segala bidang. Kondisi ini tercipta karena posisi Dukuh Gayam yang memang lumayan berjarak dari pusat desa. Akses jalan yang tidak ada penerangan serta belum beraspal semakin memperparah kondisi masyarakat di dukuh ini terutama dalam bidang pendidikan.

Untuk mengenyam pendidikan, anak-anak harus menempuh jarak yang tidak dekat menuju pusat desa. Bagi mereka yang belum memiliki kendaraan pribadi, perjalanan tersebut harus ditempuh dengan berjalan kaki karena tidak ada transportasi umum yang melalui dukuh ini. Hal inilah yang mempengaruhi tingkat pendidikan masyarakat di Dukuh ini menjadi rendah. Tidak hanya pada pendidikan formal, namun juga pada pendidikan non formal seperti TPQ.

Hampir sebagian besar masyarakat usia produktif tidak mampu membaca Al Quran terutama ibu-ibu. Kondisi ini membuat Miska selaku fasilitator desa berdaya menginisiasi program “Bebas Buta Al Quran” pada Kamis (30/11).

“Alhamdulillah karena bu guru, saya bisa belajar membaca Al Quran mesti sebenarnya malu karena sudah setua ini saya sama sekali belum bisa membaca Al Quran” ucap bu Rojah penuh syukur.

“Alhamdulillah meski hujan masih belum usai, hal itu tidak menghentikan semangat ibu-ibu untuk belajar Al Quran” Ucap Miska seraya tersenyum lega.

 

Newsroom/Ratih
Tegal

 

 

 

 

Tags :
Konfirmasi Donasi