PEKANBARU, 13 September 2026 – Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Riau menjadi perhatian bersama. Paparan asap dapat mengganggu kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, penyandang disabilitas, serta keluarga dengan kondisi sosial ekonomi yang terbatas.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak, Rumah Zakat melalui tim relawan menghadirkan program “Peduli Kesehatan di Tengah Kabut Asap” di wilayah Pekanbaru dan sekitarnya. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Rumah Zakat untuk memberikan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya mereka yang terdampak langsung maupun berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.
Dalam pelaksanaannya, relawan Rumah Zakat melakukan penyaluran bantuan di titik-titik yang membutuhkan dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan penerima manfaat. Bantuan yang diberikan antara lain berupa masker, vitamin dan kebutuhan kesehatan dasar, serta bantuan sembako bagi keluarga yang membutuhkan.
Selain memberikan bantuan secara langsung, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi relawan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan melindungi diri dari paparan asap. Masyarakat diingatkan untuk menggunakan masker yang sesuai ketika beraktivitas di luar rumah, mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk, serta memperhatikan kondisi kesehatan anggota keluarga.
Program ini juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, termasuk fakir miskin dan pra sejahtera. Penyaluran dilakukan berdasarkan kondisi penerima manfaat sehingga bantuan yang diberikan dapat lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan di lapangan.
Tidak hanya bantuan kesehatan, pada Ahad, 13 September 2026, Relawan Rumah Zakat juga turut menyalurkan paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan harian keluarga penerima manfaat di tengah kondisi lingkungan yang kurang mendukung akibat kabut asap.
Salah satu penerima manfaat, Ibu Masnulan, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan dan perhatian yang diberikan Rumah Zakat.
“Terima kasih kepada Rumah Zakat dan para relawan yang sudah memberikan bantuan kepada kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan semoga Rumah Zakat terus diberikan kemudahan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Ibu Masnulan.
Relawan Rumah Zakat juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi masyarakat di lapangan. Hal ini dilakukan agar penyaluran bantuan dapat disesuaikan dengan perkembangan situasi serta kebutuhan masyarakat yang terdampak.
Kehadiran Rumah Zakat dalam situasi kabut asap ini tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan, tetapi juga pada upaya membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan di tengah kondisi kualitas udara yang kurang baik.
Melalui program Peduli Kesehatan di Tengah Kabut Asap, Rumah Zakat berharap bantuan yang diberikan dapat menjadi bentuk kepedulian nyata sekaligus membantu masyarakat, khususnya kelompok rentan dan keluarga pra sejahtera, agar tetap mendapatkan dukungan dalam menghadapi dampak karhutla.
Rumah Zakat juga mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana. Kolaborasi antara lembaga, relawan, mitra, dan masyarakat menjadi penting agar dukungan dapat diberikan secara cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Newsroom
Amri Rusdiana


