RZ DAN RUMAH WAKAF INDONESIA DAMPINGI SENI MENJADI HAFIDZ QURAN

RUMAH WAKAF INDONESIA DAMPINGI SENI MENJADI HAFIDZ QURANTASIKMALAYA. Selasa. (14/2).Berdasarkan hasil riset universitas Al Azhar bahwa membaca Al Qur’an dapat meningkatkan kinerja otak dan mempertajam ingatan sampai 80% karena ada 3 aktivitas yang baik bagi otak yaitu melihat, mendengar dan membaca. Waktu yang bagus untuk membaca Al Quran setelah sholat terutama Shubuh dan Magrib. Di kedua waktu tersebut, otak dalam keadaan refresh karena pergantian waktu dari terang ke gelap dan dari gelap ke terang.

Membaca Al Qur’an dapat mengimbangi kinerja otak manusia, manusia biasanya belajar matematika,fisika menggunakan otak kiri, untuk mengimbangi penggunaan otak maka membaca Al Qur’an adalah aktivitas yang tepat, karena dengan membaca, melihat bentuk-bentuk ayat di Al Quran dapat meningkatkan kinerja otak kanan dan bahkan ada yang setelah membaca Al Qur’an dirinya merasa tentram, fresh, dan bahagia.

Inilah yang dialami oleh penerima manfaat di Desa Quran binaan RZ dan Rumah Wakaf Indonesia di Tasikmalaya, ia bernama Meyseni Dekasita yang tinggal bersama sang ibunda di kampung Padasuka, Kecamatan Indihiang kota Tasikmalaya sedangkan sang ayah sudah lama meninggal. Seni anak dari ibu Imas ini memiliki kebiasaan yang jarang dilakukan pada anak seusianya. Dari aktivitas sehari-harinya ia banyak menghabiskan waktu bersama al-quran, dari mulai bangun hingga menjelang tidurnya.

Seni yang kini duduk di bangku kelas 6 SD Negeri Cibungkul Tasikmalaya, harus berjuang keras untuk dapat melanjutkan sekolahnya. Ia memiliki cita-cita ingin menjadi seorang hafidzah (penghafal qur’an) yang kelak akan mempersembahkan mahkota untuk ayahnya di surga. Imas sebagai ibunya merasa bangga memiliki sang buah hati Seni, setelah ayahnya meninggal ia semakin rajin dan tekun dalam menghafal quran, kini hafalan seni pun sudah mencapai 3 juz dan dalam proses untuk menghafal juz ke-4 yaitu juz 26.

“Setiap malam, Seni melakukan shalat malam dan dilanjutkan dengan menghafal qur’an hingga menjelang subuh tiba. Pada pagi hari, Seni pergi ke sekolah untuk menuntut ilmu dan sore harinya belajar alqur’an dan saat menjelang malam, ia mengerjakan tugas sekolah hingga waktu saatnya tidur.” Ungkap Ibu Imas.

Begitulah keseharian Seni, seorang pelajar SD yang sangat bersikeras ingin menghafal alqur’an. Harapannya Duta Quran Rumah Wakaf Indonesia bisa terus mendampingi ananda Seni hingga menjadi hafidzah (penghafal qur’an).

Newsroom/Anney
Tasikmalaya

Tags :
Konfirmasi Donasi