SD JUARA JAKARTA TIMUR JADIKAN MOS MOMEN DEKATKAN DIRI PADA ALLAH SWT

SD JUARA JAKARTA TIMUR JADIKAN MOS SEBAGAI MOMEN DEKATKAN DIRI PADA ALLAH SWTJAKARTA. MOS (Masa Orientasi Siswa) yang sekarang disebut dengan istilah MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) di SD Juara Jakarta Timur diadakan tanggal 18 hingga 22 Juli 2016 (untuk kelas II s.d kelas VI) dan tanggal 18 Juli s.d. 18 Agustus 2016 (untuk kelas I).

MOS adalah salah satu agenda penting bagi semua sekolah, termasuk SD Juara Jakarta Timur, sekolah binaan RZ. Maka tak aneh manakala pemerintah ikut mensupport kegiatan hari pertama sekolah dengan mengimbau agar orang tua mengantar anaknya ke sekolah.

Termasuk para PNS dan para karyawan swasta diberi keluangan waktu maksimal 2 jam untuk mengantar anaknya ke sekolah. Pada tahun ajaran baru sekarang ini kita sering menyaksikan tayangan iklan di media cetak dan elektronik yang meluruskan makna MOS. Bahwa tidak boleh ada kekerasan dalam kegiatan MOS, jangan sampai ada perpeloncoan hadir di lingkungan sekolah, dan tidak dibenarkan ada tugas-tugas aneh dan tidak masuk akal yang harus dikerjakan oleh peserta didik.

“SD Juara adalah sekolah yang jauh dari kekerasan dan meniadakan perpeloncoan sedari awal berdirinya. Kekerasan dan perpeloncoan yang sering terjadi di masa MOS adalah borok yang mesti di buang jauh-jauh, karena tak sesuai dengan budaya ketimuran kita, tak selaras dengan kepribadian bangsa Indonesia yang religius dan memandang etika sebagai sesuatu yang sangat berharga. Karena itu program MOS di SD Juara dirancang dengan mengedepankan konsep religius, kebersamaan, dan berkepribadian.” jelas Ahmad Kosasi.

Setiap pagi setelah mereka sampai di sekolah, sudah ada sambutan hangat dari guru yang berdiri di gerbang sekolah, menyambut mereka dengan hangat, menyalami dan menyapa mereka. Setelah itu mereka secara tertib meletakan tas di kelas dan langsung bergegas berwudhu untuk melaksanaka sholat dhuha secara berjamaah di lapangan.

“Di sinilah mereka dibimbing untuk mendekatkan, hati, jiwa, dan raga kepada Allah. Sholat adalah media penting bagi peserta didik karena dapat mencegah perbuatan destruktif, melembutkan hati dan mengajarkan empati.” pungkas Ahmad Kosasi.

 

 

Newsroom/Ahmad Kosasi
Jakarta

Tags :
Konfirmasi Donasi