SENTRA INDUSTRI TENUN LURIK BERTAHAN DI TENGAH KRISIS CORONA

Industri tenun lurik di desa Tawang. (Foto: Rumah Zakat)

SUKOHARJO, Rumah Zakat – Di tengah wabah virus corona/Covid-19, tidak sedikit industri yang kemudian merumahkan karyawannya. Bahkan, beberapa diantaranya memutuskan untuk gulung tikar karena krisis ekonomi yang melanda. Sulit memang, namun itulah fenomena yang terjadi saat ini. Meskipun begitu, masih ada beberapa sentra usaha yang tetap bertahan di tengah krisis yang melanda.

Salah satunya sentra industri lurik tenun yang terletak di Kabupaten Sukoharjo. Pasalnya, setiap rumah di DK Titang Desa Tawang Kecamatan Weru mempunyai Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) sehingga bisa memproduksi sendiri produknya. Salah satunya adalah Darmo Suwito yang merupakan warga penerima manfaat Rumah Zakat.

(Foto: Rumah Zakat)

Tidak bisa disangkal, di tengah krisis wabah virus corona ini lurik tenun juga terkena dampaknya. Kepada relawan, Darmo mengungkapkan lurik sulit untuk dijual.

“lurik susah di jual. boten enten purun tumbas, pasar lurik di tutup benang bahan baku jih boten wonten (lurik susah dijual, pasar juga tutup dan bahan baku sulit didapatkan),” ungkap Darmo, Jum’at (03/4).

Selain berkunjung, relawan juga memberikan motivasi kepada para penerima manfaat untuk tetap semangat.

“Untuk kebutuhan sehari-hari coba Bu Darmo bisa pinjam ke koperasi simpan pinjam Rumah Zakat, insyaallah ada nanti kalau lurik laku di jual baru bayar ke koperasi jih. Tapi ya ada hanya sedikit di bagi bagi,” kata Sri Mulyani

Newsroom

Retno Sugiyanto/Amri Rusdiana

Tags :
Konfirmasi Donasi