Tidak Hanya Sekadar Berdoa, Lakukan Juga Shalat Istisqa Saat Kekeringan

oleh | Agu 27, 2026 | Inspirasi

Saat kemarau panjang melanda dan hujan terasa sangat jauh, banyak yang hanya berdoa dalam hati atau mungkin membaca doa minta hujan.

Padahal Islam sudah mengajarkan amalan yang jauh lebih kuat dan lebih terstruktur untuk memohon turunnya hujan yaitu shalat istisqa.

Rasulullah SAW tidak hanya berdoa saat kekeringan melanda Madinah, beliau mengajak seluruh kaum Muslim untuk keluar bersama-sama, sholat berjamaah, lalu berdoa dengan penuh kekhusyukan. Dan hasilnya, hujan turun bahkan sebelum beliau kembali ke rumah.

Nah, Rumah Zakat akan membahas apa itu shalat istisqa, dasar hukumnya, tata cara yang benar, dan doa yang mengiringinya agar amalan ini bisa dipraktikkan dengan tepat.

Apa Itu Shalat Istisqa dan Dasar Hukumnya?

Sebelum membahas tata caranya, penting untuk memahami dulu apa sebenarnya shalat istisqa dan seberapa kuat landasan syariatnya dalam Islam.

Pengertian dan Dalil yang Mendasarinya

Shalat istisqa adalah shalat sunnah yang dilaksanakan secara berjamaah untuk memohon kepada Allah agar menurunkan hujan saat terjadi kekeringan. Kata istisqa sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti meminta pengairan atau memohon turunnya air.

Dasar hukumnya sangat kuat karena Rasulullah SAW melakukannya langsung dan mengajarkannya kepada para sahabat. Ibnu Abbas RA meriwayatkan:

“Nabi SAW keluar dengan penampilan sederhana, penuh kerendahan hati, dan dalam keadaan merendahkan diri kepada Allah hingga tiba di lapangan shalat.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Nasai)

Kapan Shalat Istisqa Dilaksanakan?

Shalat istisqa dilaksanakan saat kekeringan sudah cukup parah dan hujan tidak kunjung turun dalam waktu yang lama. Hukumnya sunnah muakkad atau sunnah yang sangat dianjurkan dan sebaiknya dilakukan secara berjamaah, bukan sendiri-sendiri.

Waktu pelaksanaannya adalah di pagi hari setelah matahari terbit sejauh satu tombak atau sekitar 15 hingga 20 menit setelah matahari naik, sama seperti waktu shalat Id.

Tempat paling utama adalah di lapangan terbuka agar lebih banyak orang bisa berkumpul dan berdoa bersama.

Baca Juga: Kemarau dan Kekeringan Melanda, Ini Doa Minta Turun Hujan

Tata Cara Shalat Istisqa yang Benar

Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dan urutan pelaksanaan yang perlu diikuti agar shalat istisqa terlaksana sesuai sunnah.

Persiapan Sebelum Shalat

Berikut hal yang perlu dipersiapkan sebelum pelaksanaan shalat istisqa:

  • Berpuasa selama tiga hari sebelum pelaksanaan sebagaimana yang dianjurkan para ulama berdasarkan riwayat dari para sahabat.

  • Bertaubat dan meninggalkan kemaksiatan karena kekeringan bisa berkaitan dengan dosa-dosa yang perlu segera ditaubati.

  • Bersedekah sebelum hari pelaksanaan karena sedekah adalah pembuka pintu rahmat Allah.

  • Keluar dengan penampilan sederhana penuh kerendahan hati tanpa bermegah-megah sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.

  • Membawa anak-anak dan orang tua karena doa mereka lebih mudah dikabulkan Allah.

Urutan Pelaksanaan Shalat Istisqa

Berikut urutan tata cara shalat istisqa yang benar sesuai sunnah:

  1. Imam memimpin jamaah menuju lapangan tanpa adzan dan iqamah karena shalat istisqa tidak menggunakan keduanya.

  2. Shalat dua rakaat seperti shalat Id yaitu rakaat pertama dengan 7 kali takbir setelah takbiratul ihram dan rakaat kedua dengan 5 kali takbir sebelum membaca Al-Fatihah.

  3. Imam menyampaikan khutbah dua kali setelah shalat dengan urutan yang berbeda dari Jumat yaitu khutbah dilakukan setelah shalat bukan sebelumnya.

  4. Imam berbalik menghadap kiblat di tengah khutbah sambil mengubah posisi selendang sebagai simbol harapan perubahan kondisi dari kekeringan menuju hujan.

  5. Berdoa bersama dengan penuh kekhusyukan dan kerendahan hati.

Baca Juga: Yuk, Sedekah Air Bersih! Setetes Kebaikan untuk Kehidupan yang Lebih Baik

Doa dan Amalan yang Mengiringi Shalat Istisqa

Doa yang dibaca setelah shalat adalah inti dari seluruh rangkaian ibadah istisqa dan perlu dilakukan dengan penuh penghayatan.

Berikut doa istisqa yang paling banyak diriwayatkan dari Rasulullah SAW:

اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا هَنِيئًا مَرِيئًا غَدَقًا مُجَلِّلًا سَحًّا عَامًّا طَبَقًا دَائِمًا

Allaahummasqinaa ghaytsan mughiitsan hanii’an marii’an ghadaqan mujallilan sahhan ‘aaman thabaqan daa’iman

Artinya: “Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang menolong, menyenangkan, menyehatkan, deras, merata, menyeluruh, berlimpah, dan berkesinambungan.” (HR. Abu Dawud)

Nah, berikut beberapa amalan yang dianjurkan mengiringi shalat istisqa:

  • Perbanyak istighfar sebelum dan setelah shalat karena istighfar adalah sebab utama turunnya hujan.

  • Angkat kedua tangan tinggi-tinggi saat berdoa sebagai tanda kerendahan dan ketergantungan penuh kepada Allah.

  • Berdoa dengan suara lirih yang penuh kekhusyukan bukan dengan suara keras yang tidak menghadirkan hati.

Kesimpulan

Jadi, shalat istisqa adalah respons paling lengkap dan paling sesuai sunnah yang bisa dilakukan saat kekeringan melanda, jauh lebih kuat dari sekadar berdoa sendiri tanpa persiapan dan tanpa berjamaah.

Dengan taubat, puasa, sedekah, shalat berjamaah, dan doa yang khusyuk, amalan ini adalah cara paling mulia memohon pertolongan Allah atas kekeringan yang melanda.

Yang tidak boleh dilupakan adalah di balik kekeringan yang terasa berat, ada saudara-saudara yang menanggung beban jauh lebih berat karena tidak memiliki akses terhadap air bersih sekalipun.

Salurkan sedekah melalui Rumah Zakat untuk membantu mereka mendapatkan akses air bersih sebagai wujud nyata dari kepedulian yang mengiringi doa meminta hujan.

Kalkulator Zakat

Hitung zakat Anda secara akurat dengan kalkulator zakat kami

Donatur Care

Silakan cek riwayat donasi Anda disini

Link Terkait