Indramayu, 20 Juli 2026 – Rumah Zakat bersama Desa Tangguh Bencana (Destana) Pabeanilir menggelar Simulasi Bencana Banjir di Balai Pertemuan Desa Pabeanilir, Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu, Senin (20/7). Kegiatan ini diikuti oleh 15 peserta yang terdiri dari anggota Destana dan perwakilan masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir.
Wilayah pesisir Kabupaten Indramayu merupakan salah satu kawasan yang memiliki risiko banjir. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas masyarakat menjadi langkah penting agar warga mampu bertindak cepat dan tepat saat bencana terjadi.
Materi simulasi disampaikan oleh Kang Ismail dari ERT Indramayu. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai langkah penyelamatan diri, proses evakuasi warga, koordinasi antarrelawan, hingga penanganan kondisi darurat saat banjir. Agar lebih mudah dipahami, penyampaian materi dilakukan secara interaktif dan dilengkapi praktik lapangan.
Selain itu, peserta juga berlatih mengenali tanda-tanda awal banjir, menentukan jalur evakuasi yang aman, memberikan pertolongan pertama kepada korban, serta membangun komunikasi yang efektif dalam situasi darurat. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan melalui diskusi dan praktik yang berlangsung aktif.
Fasilitator Rumah Zakat, M. Toha, menjelaskan bahwa kesiapsiagaan masyarakat merupakan kunci untuk mengurangi risiko dan dampak bencana.
“Kami berharap melalui simulasi ini, anggota Destana semakin siap menghadapi situasi darurat. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh hari ini dapat diterapkan ketika bencana terjadi sehingga keselamatan masyarakat lebih terjamin,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kang Ismail menegaskan bahwa keberhasilan penanganan bencana tidak hanya bergantung pada peralatan, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia. Menurutnya, latihan yang dilakukan secara rutin akan membentuk kebiasaan yang tepat saat mengambil keputusan dalam kondisi darurat.
Salah seorang peserta, Pak Pandi, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru setelah mengikuti simulasi tersebut.
“Selama ini kami hanya mengetahui teori tentang banjir. Setelah mengikuti simulasi ini, kami jadi lebih paham bagaimana cara menyelamatkan diri, membantu warga lain, dan bekerja sama sebagai tim. Terima kasih kepada Rumah Zakat, Destana Pabeanilir, dan ERT Indramayu atas pelatihan yang sangat bermanfaat. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Rumah Zakat berharap budaya sadar bencana semakin tumbuh di tengah masyarakat. Kesiapsiagaan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau relawan, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Ke depan, Rumah Zakat akan terus mendampingi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan, termasuk penguatan kapasitas relawan dan Desa Tangguh Bencana. Dengan kolaborasi yang baik serta latihan yang berkelanjutan, diharapkan masyarakat semakin tangguh, siap menghadapi bencana, dan mampu meminimalkan risiko yang mungkin terjadi.
Sahabat, yuk terus peduli dan berbagi bersama Rumah Zakat.
Newsroom
Muhammad Rizal Rahman


