SISWA SMP JUARA GELAR DRAMA R.A. KARTINI

RA_Kartini_smpjuara_bdgBANDUNG. Hari Kartini memang telah berlalu lebih dari satu pekan, namun gaungnya masih terasa sampai sekarang. Hari Senin, (29/4) di SMP Juara Bandung kedatangan Kartini dari berbagai jaman. Mulai dari Kartini yang berjuang mencari pendidikan berkualitas dari desa ke kota, dengan menaikki kereta api tanpa tahu arah dan hanya berbekal tekad untuk sampai di kota, lalu akhirnya berhasil setelah melalui perjalanan yang berat. Ada juga Kartini yang melakukan perjalanan menembus lorong waktu dari masa lalu ke masa kini untuk mengingatkan para pemuda yang hidup pada jaman milenium ini, agar bersyukur atas segala kemudahan yang mereka dapat sekarang. Kartini bercerita bahwa dahulu, dirinya berjuang mati-matian untuk mendapatkan pendidikan. Setiap ia ingin belajar, ia selalu dibayang-banyangi oleh Belanda, betapa perih perjuangannya. R.A. Kartini adalah pahlawan wanita Indonesia, ia berjuang dengan segenap kemampuannya untuk membangun emansipasi wanita. Ia ingin wanita Indonesia tidak dipandang sebelah mata, ia ingin membela hak wanita. Banyak cerita inspiratif dari seorang R.A. Kartini yang bisa memotivasi kita semua.

Cerita perjuangan R. A. Kartini tadi diangkat ke dalam sebuah drama yang dimainkan oleh siswa-siswi SMP Juara Bandung. Dalam memperingati Hari Kartini, SMP Juara Bandung menggelar pertunjukkan drama di SMP Juara Bandung, drama ini dimainkan oleh siswa kelas VII dan VIII. Setiap kelas menampilkan cerita yang berbeda-beda, namun dengan tema yang sama yaitu Perjuangan Kartini. Para siswa terlihat sangat menghayati perannya, terutama siswa yang kebagian peran sebagai Kartini. Siswa-siswa kelas VII dan VIII mempersiapkan drama ini saat sedang liburan pekan lalu, ketika kakak kelas mereka siswa kelas IX sedang melaksanakan Ujian Nasional. Drama ini sendiri, dilaksanakan secara terbuka di lapangan SMP Juara Bandung, sehingga semua siswa dan guru bisa menontonnya tanpa harus berdesak-desakkan masuk ke ruangan. Acara ini berlangsung semarak, selain pertunjukkan yang seru, acara ini semakin meriah karena yang menjadi pembawa acara adalah siswa kelas IX yang baru kembali ke sekolah setelah Ujian Nasional, mereka adalah Amar dan Siti.

Selain pertunjukkan drama, acara Peringatan Hari Kartini dibuka oleh acara bedah buku “Habis Gelap Terbitlah Terang” karya R.A. Kartini. Lima orang siswa dari kelas VII dan VIII, memaparkan isi buku ini secara gamblang. Mereka adalah Agus, Atep, Mulky, Firda dan Nurlaila. Bedah buku ini pun bertujuan untuk menambah wawasan siswa tentang perjuangan Kartini serta menyampaikan pesan-pesan yang ditulis Kartini untuk para pemuda.***

Newsroom/Tresna Puja Lestari
Bandung

Tags :
Konfirmasi Donasi