TAWURAN BUDAYA VS BUDAYA TAWURAN

SEMARANG. “Hari gini masih suka tawuran? Lebih baik kalo energinya untuk membuat sesuatu yang berguna. Ya khan!” demikianlah celotehan beberapa siswa kelas V SD Juara Semarang, membuka aksi ‘Tawuran Budaya’ di depan Taman Makam Pahlawan Semarang, Senin (5/11).

Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda mereka mengajak semua pelajar dan masyarakat Semarang untuk mengakhiri budaya tawuran. Selain itu  memberikan alternatif pengganti kegiatan ‘Budaya Tawuran’ dengan ‘Tawuran Budaya’. ‘Tawuran Budaya’ ini istilah lain untuk pagelaran kolosal sebuah ekspresi seni. Kali ini mereka menampilkan seni tari, yaitu tari Saman Aceh dan tari Papua yang dikombinasikan dengan tari Gangnam Style yang sedang populer saat ini.

Keluarga Punakawan sepenuhnya mengatur jalannya pagelaran ini. Aksi ini berawal dari keprihatinan siswa terhadap kasus tawuran yang beberapa hari ini marak dilakukan oleh para pelajar. Jika dulu para pemuda melakukan Sumpah Pemuda karena ada masalah penjajahan maka masalah bangsa ini sekarang adalah tawuran. Jadi seluruh pelajar Indonesia harus bersatu padu untuk menghentikan dan menghapuskan tawuran dari bumi Indonesia. ***

Newsroom/Joko Kristiyanto
Semarang

Tags :
Konfirmasi Donasi