Hari Idul Adha tinggal hitungan hari, dan pertanyaan yang sama hampir selalu muncul: “Sholat Idul Adha jam berapa?” Terdengar sederhana, tapi jawabannya perlu penjelasan yang sedikit lebih lengkap agar tidak salah waktu atau bahkan ketinggalan.
Berbeda dari sholat fardhu yang waktunya sangat ketat, sholat Idul Adha punya rentang waktu yang lebih fleksibel, tapi tetap ada batas awal, waktu terbaik, dan batas akhir yang perlu diketahui.
Nah, Rumah Zakat akan membahas jam pelaksanaan sholat Idul Adha, dasar hukumnya, serta amalan-amalan sunnah yang melengkapinya di hari yang mulia ini. Yuk, simak terus!
Waktu Pelaksanaan Sholat Idul Adha
Sebelum menjawab “jam berapa”, perlu dipahami dulu dari mana waktu sholat Idul Adha dimulai dan kapan batas akhirnya, karena ini yang menentukan apakah sholat yang dikerjakan sah atau tidak.
Awal Waktu yang Dibolehkan
Waktu sholat Idul Adha dimulai ketika matahari sudah naik setinggi tombak, yaitu sekitar 15–20 menit setelah matahari terbit (syuruq). Di Indonesia, ini umumnya jatuh di kisaran pukul 06.00–07.00 pagi tergantung lokasi dan musim.
Tidak boleh sholat Id sebelum matahari naik sempurna, karena ada larangan sholat tepat saat matahari terbit, tepat di puncaknya, dan tepat saat terbenam. Jadi meski sudah pagi dan ingin bersegera, tunggu hingga matahari benar-benar naik.
Waktu Terbaik Menurut Sunnah
Rasulullah SAW menganjurkan agar sholat Idul Adha dilaksanakan lebih awal dibanding sholat Idul Fitri. Hikmahnya: agar waktu setelah sholat cukup lebar untuk pelaksanaan penyembelihan hewan kurban yang dimulai setelah sholat Id selesai.
Imam Nawawi dalam Al-Majmu’ menyebutkan bahwa waktu terbaik sholat Idul Adha adalah sesegera mungkin setelah waktu yang dibolehkan, tidak perlu menunggu terlalu lama. Di kebanyakan masjid Indonesia, sholat Idul Adha umumnya dilaksanakan antara pukul 06.30 hingga 08.00 pagi.
Baca Juga: Bolehkah Berqurban Setelah Hari Raya Idul Adha? Ini Hukum dan Penjelasannya
Tata Cara dan Ketentuan Sholat Idul Adha
Mengetahui waktunya saja belum cukup, ada beberapa ketentuan tata cara yang perlu dipahami agar sholat Idul Adha dikerjakan dengan benar.
Perbedaan dengan Sholat Id Biasa
Sholat Idul Adha dan Idul Fitri pada dasarnya sama dalam tata caranya, dua rakaat dengan takbir tambahan. Yang membedakannya ada pada waktu pelaksanaan dan beberapa sunnah sebelum berangkat.
Ringkasan tata cara:
- Dua rakaat tanpa adzan dan iqamah
- Takbir tambahan: 7 kali di rakaat pertama (setelah takbiratul ihram) dan 5 kali di rakaat kedua (sebelum membaca Al-Fatihah)
- Khutbah disampaikan setelah sholat selesai, berbeda dari Jumat yang khutbahnya sebelum sholat
- Tidak ada sholat sunnah rawatib sebelum atau sesudah sholat Id
Hukum Terlambat dan Sholat Idul Adha Sendiri
Bagaimana jika terlambat dan tertinggal sebagian rakaat? Lakukan seperti biasanya dalam sholat berjamaah, makmum masbuq ikut bergabung dan melengkapi yang tertinggal setelah imam salam.
Jika tidak sempat ke masjid sama sekali, bolehkah sholat Idul Adha sendiri di rumah? Jawabannya: boleh menurut sebagian besar ulama, dikerjakan dua rakaat dengan takbir tambahan. Tapi sholat Id lebih utama dilakukan berjamaah, jadi usahakan untuk hadir di masjid atau lapangan.
Baca Juga: Idul Adha di Hari Jumat, Apakah Tetap Wajib Jumatan?
Amalan Sebelum dan Sesudah Sholat Idul Adha
Sholat Id adalah puncaknya, tapi ada rangkaian amalan sunnah di sekitarnya yang sangat dianjurkan untuk dilakukan di hari yang mulia ini.
Sunnah yang Dianjurkan di Hari Idul Adha
Berikut amalan sunnah yang dianjurkan sebelum dan sesudah sholat Idul Adha:
- Mandi sebelum berangkat, bersuci dan memakai pakaian terbaik
- Tidak makan sebelum sholat, berbeda dengan Idul Fitri yang dianjurkan makan dulu, di Idul Adha dianjurkan tidak makan hingga sepulang dari sholat (menunggu daging kurban)
- Perbanyak takbir sejak malam Idul Adha hingga hari tasyrik berakhir
- Berangkat dan pulang lewat jalan berbeda, ini sunnah yang dicontohkan Rasulullah SAW
- Berjalan kaki ke masjid/lapangan jika memungkinkan
- Mengajak seluruh keluarga termasuk wanita dan anak-anak
Kesimpulan
Jadi, sholat Idul Adha dilaksanakan mulai sekitar 15–20 menit setelah matahari terbit, di Indonesia umumnya antara pukul 06.30 hingga 08.00 pagi. Dikerjakan lebih awal dari Idul Fitri agar ada cukup waktu untuk penyembelihan hewan kurban setelahnya.
Jadikan Idul Adha tahun ini lebih bermakna, tidak hanya dengan sholat dan takbir, tapi juga dengan berbagi kepada yang membutuhkan.
Yuk, salurkan kurban melalui Rumah Zakat dan pastikan kebahagiaan Idul Adha dirasakan oleh saudara-saudara di seluruh penjuru negeri.

