Cara Melakukan Ruqyah Mandiri di Rumah: Doa, Niat, hingga Adabnya

oleh | Nov 18, 2025 | Inspirasi

Ruqyah syar’iyyah adalah pengobatan islami menggunakan ayat Al-Qur’an dan doa yang diajarkan Rasulullah SAW. Ini bukan praktik mistis, tapi ibadah yang berlandaskan dalil kuat dari Al-Qur’an dan hadis shahih.

Yang menarik, ruqyah tidak harus selalu dilakukan oleh orang lain atau peruqyah profesional. Ruqyah mandiri di rumah sangat dibolehkan dan justru dianjurkan sebagai bentuk ikhtiar menjaga diri dari gangguan fisik maupun non-fisik.

Nah, di artikel ini Rumah Zakat akan membahas cara melakukan ruqyah mandiri di rumah secara lengkap, dari niat, doa, hingga adab yang perlu dijaga.

Dasar Hukum Ruqyah dalam Islam

Sebelum praktik, penting untuk memahami landasan syar’i ruqyah agar dilakukan dengan keyakinan yang benar dan tidak ragu-ragu.

Allah SWT berfirman:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”
(QS. Al-Isra: 82)

Ayat ini menjadi penegasan bahwa Al-Qur’an adalah obat yang hakiki, bukan sekadar bacaan ritual semata.

Selain itu, Rasulullah SAW bersabda:

“Tunjukkan kepadaku ruqyah kalian. Tidak apa-apa melakukan ruqyah selama tidak mengandung kesyirikan.”
(HR. Muslim no. 2200)

Hadis ini menunjukkan bahwa Nabi SAW tidak melarang ruqyah, bahkan membolehkannya selama bersumber dari Al-Qur’an dan doa yang ma’tsur.

Baca Juga: Ciri-Ciri Orang yang Terkena Gangguan Sihir Menurut Islam, Benarkah Bisa Dikenali?

Syarat Ruqyah Mandiri yang Sah

Tidak semua praktik yang disebut ruqyah itu benar secara syariat. Artikel ini membahas syarat-syarat yang wajib dipenuhi agar ruqyah mandiri bernilai ibadah dan tidak menyimpang.

Ruqyah mandiri dianggap sah dan sesuai syariat apabila memenuhi empat syarat berikut:

  • Bacaan bersumber dari Al-Qur’an atau doa yang diajarkan Nabi SAW

  • Menggunakan bahasa Arab atau bahasa yang dipahami maknanya

  • Meyakini bahwa kesembuhan hanya datang dari Allah SWT, bukan dari bacaan itu sendiri

  • Tidak mengandung unsur syirik, sihir, atau meminta bantuan jin

Cara Melakukan Ruqyah Mandiri di Rumah

Ini bagian inti yang paling banyak dicari. Artikel ini akan memandu langkah demi langkah secara praktis dan mudah diikuti oleh siapa saja.

Langkah 1: Niat dan Persiapan Diri

Awali dengan niat yang tulus bahwa ruqyah dilakukan semata-mata untuk memohon kesembuhan dan perlindungan dari Allah SWT. Tidak ada niat khusus yang perlu dilafalkan, cukup hadirkan dalam hati bahwa ini adalah bentuk ibadah dan tawakal kepada Allah.

Pastikan kondisi fisik dan batin dalam keadaan bersih: berwudhu terlebih dahulu, kenakan pakaian yang menutup aurat, dan pilih tempat yang bersih dan tenang untuk memaksimalkan kekhusyukan.

Langkah 2: Membaca Ta’awwudz dan Basmalah

Mulai dengan membaca:

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Ta’awwudz dan basmalah adalah pembuka yang menyiapkan hati dan menjauhkan gangguan setan dari proses ruqyah yang akan dilakukan.

Langkah 3: Membaca Ayat-Ayat Ruqyah

Bacakan ayat-ayat berikut dengan tartil, penuh penghayatan, dan keyakinan penuh kepada Allah SWT:

  • Al-Fatihah (7 ayat): ummul kitab yang Nabi SAW sebut sebagai ruqyah paling utama

  • Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255): penjaga terkuat dari gangguan jin dan setan

  • QS. Al-Baqarah: 285 hingga 286: doa penutup surat Al-Baqarah yang sangat dianjurkan

  • QS. Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas: tiga qul yang Nabi SAW ruqyahkan untuk diri sendiri

Langkah 4: Usapkan Tangan ke Tubuh yang Sakit

Sambil membaca, usapkan tangan ke bagian tubuh yang terasa sakit atau tidak nyaman. Ini sesuai dengan praktik Nabi SAW yang direkam dalam hadis Aisyah RA:

“Bahwa Nabi SAW apabila sakit, beliau membaca Al-Mu’awwidzat atas dirinya sendiri dan meniupkannya.”
(HR. Bukhari no. 5016)

Langkah 5: Berdoa dan Bertawakal

Tutup ruqyah dengan doa memohon kesembuhan yang diajarkan Nabi SAW:

“Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit ini. Sembuhkanlah, Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.”
(HR. Bukhari no. 5675, Muslim no. 2191)

Baca Juga: Apa Itu Santet? Bagaimana Seorang Muslim Menyikapinya?

Adab yang Perlu Dijaga Saat Ruqyah Mandiri

Ruqyah bukan sekadar membaca tanpa penghayatan. Ada adab-adab yang membuat ruqyah lebih efektif dan bernilai ibadah sempurna di sisi Allah SWT.

Berikut adab lahir dan batin yang harus dijaga:

  • Berwudhu sebelum memulai ruqyah karena berinteraksi langsung dengan ayat Al-Qur’an

  • Menghadap kiblat jika memungkinkan sebagai bentuk penghormatan dalam beribadah

  • Membaca dengan suara yang jelas dan tidak terburu-buru agar hati turut hadir dalam setiap ayat

  • Yakin sepenuhnya bahwa kesembuhan hanya dari Allah, bacaan hanyalah wasilah

  • Tidak panik jika ada reaksi fisik seperti menangis, kantuk, atau rasa berat karena itu adalah hal yang wajar

Kesimpulan

Jadi, ruqyah mandiri di rumah adalah hak setiap Muslim yang ingin berikhtiar secara syar’i untuk menjaga dan memulihkan kesehatan diri. Dengan niat yang benar, bacaan yang sesuai, dan keyakinan penuh kepada Allah SWT, ruqyah mandiri bisa menjadi amalan harian yang sangat bermanfaat.

Tidak perlu menunggu kondisi ekstrem untuk mulai meruqyah diri sendiri. Jadikan bacaan ayat-ayat ruqyah sebagai rutinitas pagi dan malam agar perlindungan dari Allah selalu menyelimuti setiap langkah.

Nah, sebagai bentuk ikhtiar lain yang juga bernilai ibadah, salurkan sedekah terbaik melalui Rumah Zakat karena sedekah adalah salah satu sebab yang Allah jadikan sebagai pelindung dari berbagai musibah dan penyakit.

Kalkulator Zakat

Hitung zakat Anda secara akurat dengan kalkulator zakat kami

Donatur Care

Silakan cek riwayat donasi Anda disini

Link Terkait