DAMPAK VITAMIN BERLEBIH BAGI TUBUH

Vitamin memang dibutuhkan oleh tubuh sekaligus menjaga badan tetap fit. Kebutuhan zat tersebut bagi setiap manusia juga berbeda-beda melihat dari aktivitasnya.

Tubuh namun belum tentu membutuhkan semua vitamin yang ada di dunia. Seperti dinukil laman Fox News, Kamis (24/8), berikut dampak vitamin bagi tubuh.

Vitamin E
National Institutes of Health, merekomendasikan konsumsi 15 mg atau 22,4 IU kebutuhan vitamin E bagi orang dewasa sehari-hari. Suplemen tersedia secara luas dari 200 sampai 1000 IU per pil

Namun, bukan berarti zat ini bisa dikonsumsi terlalu banyak. Penelitian yang dilakukan John Hopkins University mengungkapkan konsumsi vitamin e lebih dari 400 IU setiap hari meningkatkan risiko kematian sebesar 4 hingga 6 persen.

Studi besar lainnya menemukan, mengonsumsi vitamin e berlebih juga tidak menurunkan risiko kanker prostat. Sebaliknya, justru suplemen vitamin E sedikit memungkinkan seseorang terkena kanker prostat daripada pria yang tidak menggunakan suplemen.

Vitamin C
Zat ini biasa digunakan untuk mencegah penyakit flu dan demam. Berbagai suplemen pun tersedia mulai dari yang mengandung 500 hingga 1000 mg. Angka tersebut nyatanya melebihi 5 sampai 10 kali kebutuhan normal orang dewasa.

Harus diingat bahwa mengonsumsi suplemen vitamin C berlebih juga memberikan dampak negatif bagi tubuh. Sebab, dosis Vitamin C yang terlampau banyak dapat menyebabkan batu ginjal.

Vitamin A
Kebutuhan vitamin A bagi orang dewasa adalah 700 hingga 900 mcg. Lagi-lagi, konsumsi vitamin A yang melebihi dosis berdampak buruk bagi tubuh.

Konsumsi vitamin A bisa menjadi racun dalam dosis besar. Hal itu dapat menyebabkan gejala seperti mual, muntah hingga sakit perut.

The American Journal for Clinical Nutrition mengatakan, mengonsumsi dua kali jumlah yang direkomendasikan kerap dihubungkan dengan osteoporosis dan patah tulang pinggul.

Multivitamin
Suplemen multivitamin mampu berdampak baik bagi kesehatan. Namun, tidak semua konsumen bisa mendapatkan manfaat tersebut.

Bagi perempuan dewasa misalnya, penggunaan multivitamin kerap dikaitkan dengan peningkatan angka kematian. Akan tetapi, penelitian seputar suplemen multivitamin masih belum jelas.

Melihat hal itu penting bagi konsumen untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengambil suplemen baru atau lebih baik menambahkan konsumsi buah dan sayuran ke makanan.

Sebab, buah dan sayuran dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, kanker, diabetes, dan tekanan darah tinggi tanpa efek samping yang berbahaya. Dan sebuah gerobak yang penuh dengan produk jauh lebih terjangkau daripada lemari penuh suplemen.

 

Sumber: Republika.co.id

Tags :
Konfirmasi Donasi