DESA BERDAYA KASEPUHAN, BERJUANG MENJADI DAERAH PERCONTOHAN DI CIREBON

Satu lagi Desa Berdaya binaan Rumah Zakat yaitu Desa Kasepuhan, Cirebon. Di Desa Berdaya Kasepuhan ini Rumah Zakat melakukan pemberdayaan di 4 bidang yaitu Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan dan lingkungan. Di bidang ekonomi Rumah Zakat memberdayakan 35 orang wirausahawan salah satunya adalah Nurse, Ia medapatkan modal, sarana usaha, serta pendampingan untuk meningkatkan kemampuannya dalam mengelola bisnis sari kedelai. Kini Nurse tercatat sebagai penerima manfaat mandiri, keuntungan yang ia peroleh sudah bisa menyekolahkan anak-anaknya serta membayar karyawan. Menurut Nurse karyawan yang bekerja di rumahnya bukan hanya untuk membantu produksi sari kedelai, tapi juga untuk belajar agar kelak mereka bisa membuka usaha sendiri.

Di bidang kesehatan Rumah Zakat melalui fasilitator melakukan pendampingan di Posyandu dan menjalankan program Ramah Lansia. Berkat kerja sama yang baik, kegigihan, dan ketekunan dari para Kader Posyandu, Fasilitator Desa Berdaya serta pihak Puskesmas, pembinaan yang sudah dimulai sejak tahun 2014 di wilayah Kp. Kesunean RW 09 mulai mendapatkan hasil. Wilayah ini berhasil mendapatkan berbagai penghargaan dari banyak pihak seperti penghargaan tingkat kecamatan, tingkat kota, memenangkan berbagai perlombaan, bahkan Posyandu ini pun pernah mendapatkan penghargaan sebagai Posyandu Terbaik tingkat nasional.Karena penghargaan inilah, Posyandu wilayah Kp. Kesunean RW 09 pernah didatangi dan dijadikan sebagai objek studi banding oleh Puskesmas Provinsi Bengkulu dan Banten.

“Ini merupakan salah satu kebanggan bagi kami karena bisa sampai dijadikan sebagai objek studi banding. Semoga bisa memberikan manfaat dan apa yang kami terapkan di sini juga bisa dikembangkan di wilayah mereka,” ujar Lisa, Fasilitator Desa Berdaya Rumah Zakat.

Hal yang paling menarik di pemberdayaan di Desa Kasepuhan adalah Program lingkunganya melalui Bank Sampah yang dinamai Bank Sampah Mekar Berseri. Tantangan awal yang dihadapi saat memulai program Bank Sampah ini adalah kebiasaan warga membuang sampah ke laut dan pinggir sungai.

“Warga di wilayah pesisir seperti Kasepuhan ini memang terbiasa membuang sampah ke laut untuk membuat tanah timbul, bukan hanya sampah sendiri, jika kurang mereka pasti beli sampah dari luar. Mulanya dijadikan empang, setelah itu diurug lagi dengan sampah untuk dijadikan rumah,” kata Ketua RW 09 Desa Berdaya Kasepuhan.

Usaha Fasilitator Desa Berdaya dalam program lingkungan ini akhirnya membuahkan hasil, warga mulai sadar akan kebersihan lingkungannya. Bank Sampah Mekar Berseri yang diinisiasi Rumah Zakat pun mulai mendapat tanggapan positif terutama dari pihak pemerintah kota. Setelah adanya program Bank Sampah Mekar Berseri, Kp. Kesunean Selatan RW 09 berhasil menjadi juara dalam lomba kebersihan tingkat Kelurahan Kasepuhan dan tingkat Kecamatan Lemangwungkuk selama dua tahun berturut-turut. dan kahirnya di tahun 2016 Kp. Kesunean Selatan RW 09 menjadi wilayah yang mendapatkan pengahargaan untuk mengikuti program Kampung Iklim tingkat Provinsi Jawa Barat. Karena telah berhasil mengubah wilayah yang awalnya kumuh menjadi juara kebersihan bahkan hingga tingkat kota, Bank Sampah Mekar Berseri Kesunean pun mendapatkan bantuan dari Dinas lingkungan Hidup Kota Cirebon berupa motor untuk mengangkut sampah serta mesin pencacah untuk komposting.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Desa Berdaya Kasepuhan, Sahabat bisa unduh disini.

 

Tags :
Konfirmasi Donasi