Doa Setelah Adzan Lengkap Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya

oleh | Sep 30, 2025 | Inspirasi

Tahukah Sahabat bahwa setelah adzan terdapat amalan sunnah yang memiliki keutamaan besar? Rasulullah SAW mengajarkan umat Islam untuk menjawab lafaz adzan, bershalawat kepada beliau, kemudian membaca doa setelah adzan yang diriwayatkan dalam hadis sahih.

Selain itu, waktu di antara adzan dan iqamah juga termasuk salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Karena itu, seorang muslim dianjurkan memanfaatkan momen tersebut untuk memperbanyak doa dan memohon berbagai kebaikan kepada Allah SWT.

Lalu, bagaimana bacaan doa setelah adzan yang benar sesuai sunnah? Rumah Zakat akan membahasnya di artikel ini. Yuk, simak terus!

Apa Itu Doa Setelah Adzan?

Doa setelah adzan adalah doa yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk dibaca setelah muazin selesai mengumandangkan adzan.

Doa ini berisi permohonan kepada Allah SWT agar memberikan kedudukan yang mulia (al-wasilah) kepada Nabi Muhammad SAW sebagaimana yang telah dijanjikan-Nya.

Membaca doa ini merupakan amalan sunnah yang memiliki keutamaan besar, salah satunya memperoleh syafaat Rasulullah SAW pada hari kiamat.

Baca juga: Doa Tidur Lengkap Arab, Latin, dan Artinya agar Terhindar dari Gangguan

Dalil tentang Keutamaan Doa Setelah Adzan

Sebelum membaca doa setelah adzan, Rasulullah SAW mengajarkan agar umat Islam menjawab lafaz adzan, kemudian bershalawat kepada beliau. Setelah itu, dianjurkan membaca doa berikut sebagaimana hadis riwayat Imam Bukhari:

“Barang siapa ketika mendengar adzan mengucapkan: Allahumma Rabba hadzihid-da’watit-tammah…, maka ia akan memperoleh syafaatku pada hari kiamat.” (HR. Bukhari)

Adapun hadis mengenai “doa di antara adzan dan iqamah tidak akan ditolak” menunjukkan keutamaan waktu berdoa setelah adzan hingga sebelum iqamah, sehingga sangat dianjurkan memperbanyak doa pada waktu tersebut. (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ahmad).

Bacaan Doa Setelah Adzan

Berikut doa yang diajarkan Rasulullah SAW setelah muadzin selesai mengumandangkan adzan:

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ

Latin: Allahumma rabba hâdzihid-da‘watit-tâmmati, wash-shalâtil-qâ’imati, âti Muhammadan al-wasîlata wal-fadhîlata, wab‘ats-hu maqâman mahmûdan alladzî wa‘adtahu.

Artinya: “Ya Allah, Tuhan pemilik panggilan yang sempurna dan shalat yang ditegakkan, berilah kepada Nabi Muhammad kedudukan wasilah dan keutamaan, serta bangkitkanlah beliau pada tempat yang terpuji yang telah Engkau janjikan.”

Doa ini dibaca setelah muazin selesai mengumandangkan adzan dan setelah kita menjawab setiap lafaz adzan serta bershalawat kepada Rasulullah SAW.

Makna Doa Setelah Adzan

Sekilas doa ini tampak singkat, tetapi setiap kalimatnya memiliki makna yang sangat dalam.

Allahumma Rabba Hadzihid Da’watit Tammah

Kalimat ini merupakan pengakuan bahwa Allah SWT adalah Tuhan yang memiliki seruan yang sempurna, yaitu adzan yang mengandung ajakan untuk mentauhidkan Allah, menegakkan sholat, serta mengajak kepada jalan keselamatan.

Disebut “sempurna” karena seluruh isi adzan berisi kebenaran dan tidak mengandung kekurangan sedikit pun.

Wash-Shalatil Qa’imah

Bagian ini sering terlupakan padahal memiliki makna penting. Maksudnya adalah sholat yang akan segera didirikan setelah adzan berkumandang.

Kalimat ini menunjukkan bahwa seorang Muslim tidak hanya mendengar adzan, tetapi juga bersiap memenuhi panggilan Allah dengan melaksanakan sholat.

Aati Muhammadan Al-Wasilah

Al-Wasilah adalah derajat yang paling tinggi di surga yang Allah SWT sediakan hanya untuk satu hamba-Nya. Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk memohon agar kedudukan istimewa tersebut diberikan kepada beliau.

Doa ini juga menjadi bentuk kecintaan dan penghormatan seorang Muslim kepada Nabi Muhammad SAW.

Wal-Fadhilah

Selain memohon Al-Wasilah, kita juga memohon agar Allah SWT memberikan Al-Fadhilah, yaitu keutamaan, kemuliaan, dan keistimewaan yang semakin meninggikan derajat Rasulullah SAW di sisi-Nya.

Wab’athhu Maqaman Mahmudan

Maqam Mahmud adalah kedudukan yang sangat terpuji yang akan Allah SWT berikan kepada Rasulullah SAW pada Hari Kiamat.

Pada kedudukan inilah beliau memperoleh izin untuk memberikan syafaat kepada umatnya. Janji ini merupakan bentuk kemuliaan Allah kepada Nabi Muhammad SAW sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an (QS. Al-Isra’ ayat 79).

Keutamaan Membaca Doa Setelah Adzan

1. Mendapat Syafaat Rasulullah SAW

Orang yang membaca doa setelah adzan akan berhak mendapat syafaat beliau. Keutamaan ini disebutkan secara langsung dalam hadis sahih riwayat Imam Bukhari sehingga menjadi salah satu motivasi utama untuk tidak meninggalkan doa setelah adzan.

    2. Menjadi Waktu Mustajab Berdoa

    Setelah membaca doa yang diajarkan Rasulullah SAW, seorang muslim dianjurkan memperbanyak doa pribadi karena waktu antara adzan dan iqamah merupakan salah satu waktu yang mustajab.

    3. Menambah Kecintaan kepada Rasulullah SAW

    Dengan bershalawat dan mendoakan Rasulullah SAW setiap selesai adzan, seorang muslim menunjukkan rasa cinta dan penghormatan kepada beliau.

    4. Menyempurnakan Persiapan Menuju Sholat

    Menambah kekhusyukan sebelum melaksanakan shalat berjamaah.

    Kapan Doa Setelah Adzan Dibaca?

    Doa setelah adzan dibaca segera setelah muazin selesai mengumandangkan adzan. Urutan amalan yang dianjurkan adalah sebagai berikut:

    1. Menjawab lafaz adzan.

    2. Membaca shalawat kepada Rasulullah SAW.

    3. Membaca doa setelah adzan.

    4. Memperbanyak doa pribadi hingga iqamah dikumandangkan.

    Dengan mengikuti urutan tersebut, seorang muslim dapat mengamalkan sunnah Rasulullah SAW secara lebih sempurna.

    Amalan Sunnah Setelah Adzan

    Selain membaca doa, Rasulullah SAW juga menganjurkan:

    – Mengulang lafaz adzan yang dikumandangkan muadzin.

    – Memperbanyak doa dan dzikir di antara adzan dan iqamah.

    – Bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

    Selain itu, dianjurkan memanfaatkan waktu menjelang iqamah untuk memperbanyak istighfar, membaca Al-Qur’an, atau berdzikir kepada Allah SWT.

    Baca juga: Doa Nabi Adam Memohon Ampunan: Amalan Mustajab Agar Diampuni Allah

    Kesimpulan

    Doa setelah adzan merupakan salah satu amalan sunnah yang memiliki keutamaan besar. Selain menjadi sebab mendapatkan syafaat Rasulullah SAW, waktu setelah adzan hingga sebelum iqamah juga merupakan kesempatan yang sangat baik untuk memperbanyak doa kepada Allah SWT.

    Karena itu, biasakan menjawab adzan, bershalawat kepada Rasulullah SAW, membaca doa setelah adzan, lalu memanfaatkan waktu mustajab tersebut untuk memohon berbagai kebaikan kepada Allah SWT.

    Sahabat juga dapat menyempurnakan ikhtiar dengan berbagi kepada sesama melalui zakat, infak, maupun sedekah bersama Rumah Zakat sebagai wujud syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan.

    Kalkulator Zakat

    Hitung zakat Anda secara akurat dengan kalkulator zakat kami

    Donatur Care

    Silakan cek riwayat donasi Anda disini

    Link Terkait