Istilah megathrust beberapa waktu terakhir semakin sering dibicarakan ketika membahas potensi gempa dan tsunami di Indonesia. Besarnya potensi gempa membuat banyak orang khawatir.
Namun, apa sebenarnya megathrust? Seberapa besar risikonya bagi Indonesia? Dan apakah pembahasan mengenai potensi megathrust berarti gempa besar akan segera terjadi?
Baca juga : Mitigasi Bencana, Apa Itu dan Bagaimana Cara Melakukannya?
Apa Itu Megathrust?
Megathrust berkaitan dengan zona subduksi, yaitu wilayah ketika satu lempeng tektonik menunjam ke bawah lempeng lainnya. Pergerakan tersebut dapat membuat energi tektonik terakumulasi dan pada kondisi tertentu dilepaskan dalam bentuk gempa besar.
Indonesia memiliki sejumlah zona subduksi aktif karena berada di kawasan pertemuan beberapa lempeng tektonik. Karena itu, Indonesia termasuk negara yang memiliki risiko gempa dan tsunami.
Gempa yang terjadi di zona subduksi tidak selalu merupakan gempa megathrust berskala sangat besar. Namun, zona tersebut memang dapat menjadi sumber gempa besar.
Seberapa Besar Risikonya bagi Indonesia?
Risikonya cukup serius, terutama bagi wilayah yang berada dekat dengan zona subduksi dan kawasan pesisir.
Gempa besar dari zona megathrust dapat menghasilkan guncangan kuat. Jika terjadi di bawah laut dengan kondisi tertentu, gempa juga dapat memicu tsunami.
Sebagai contoh, BMKG pernah melakukan simulasi skenario gempa M9,0 di zona Megathrust Selat Sunda dalam kegiatan Indonesia Tsunami Ready and Warning System (IOWAVE). Simulasi tersebut digunakan untuk menguji kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan gempa dan tsunami, bukan untuk memprediksi bahwa gempa tersebut akan terjadi.
Karena itu, angka magnitudo dalam pemodelan harus dipahami sebagai skenario risiko, bukan ramalan.
Apakah Gempa Megathrust Akan Terjadi dalam Waktu Dekat?
Tidak ada yang dapat memastikan hal tersebut.
BMKG menegaskan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini belum mampu memprediksi gempa secara tepat mengenai kapan, di mana, dan berapa besar kekuatannya. Informasi mengenai potensi megathrust juga tidak boleh dimaknai sebagai peringatan bahwa gempa akan terjadi dalam waktu dekat.
Jadi, mengetahui adanya potensi megathrust bukan alasan untuk panik. Justru, informasi tersebut penting agar masyarakat memiliki kesiapan menghadapi bencana.
Wilayah Mana yang Perlu Waspada?
Wilayah yang berdekatan dengan zona subduksi memiliki risiko yang perlu diperhatikan. Beberapa di antaranya berada di sepanjang pantai barat Sumatra, selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga wilayah Indonesia bagian timur.
Namun, tingkat risiko setiap daerah tidak sama. Risiko dipengaruhi oleh lokasi sumber gempa, kondisi tanah, kekuatan bangunan, kepadatan penduduk, jarak dari pantai, serta kemampuan masyarakat melakukan evakuasi.
Karena itu, masyarakat perlu memahami risiko di wilayah masing-masing, bukan hanya berfokus pada angka magnitudo.
Apa yang Harus Dilakukan untuk Menghadapi Risiko Megathrust?
Masyarakat tidak perlu menunggu gempa besar untuk mulai bersiap. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
Kenali ancaman di sekitar. Cari tahu apakah tempat tinggal berada di wilayah rawan gempa atau tsunami.
Tentukan jalur dan tempat evakuasi. Bagi masyarakat di kawasan pesisir, ketahui lokasi evakuasi menuju tempat yang lebih tinggi atau area aman yang telah ditetapkan.
Siapkan Tas Siaga Bencana. Isi dengan air, makanan, obat-obatan, dokumen penting, senter, peluit, masker, uang tunai, dan kebutuhan penting lainnya.
Amankan rumah. Pastikan perabotan berat tidak mudah jatuh dan identifikasi bagian rumah yang dapat digunakan untuk berlindung saat gempa.
Buat rencana keluarga. Tentukan titik temu apabila anggota keluarga terpisah dan komunikasi tidak dapat digunakan.
Ikuti simulasi. Latihan membuat masyarakat lebih terbiasa melakukan evakuasi dan mengurangi kepanikan ketika bencana benar-benar terjadi.
Baca juga : Tas Siaga Bencana, Apa Saja yang Harus Disiapkan? Ini Daftar Lengkapnya
Megathrust Harus Dihadapi dengan Kesiapsiagaan
Megathrust merupakan bagian dari kondisi geologi Indonesia yang perlu dipahami. Risikonya nyata, tetapi waktunya tidak dapat dipastikan.
Karena itu, informasi tentang megathrust sebaiknya tidak membuat masyarakat takut atau percaya pada prediksi gempa yang menyebut tanggal dan waktu tertentu.
Yang paling penting adalah mengenali risiko, menyiapkan keluarga, memperkuat kesiapsiagaan, dan mengikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB, BPBD, serta instansi terkait.
Kita mungkin tidak bisa mengetahui kapan gempa besar terjadi. Namun, kita bisa memilih untuk tidak menunggu bencana datang sebelum mulai bersiap.
Sahabat, yuk terus peduli dan berbagi bersama Rumah Zakat.


