DON’T BE SAD …!!!

?Tidaklah seorang Mukmin ditimpa sakit, letih, demam, sedih, hingga kekhawatirannya yang mengusiknya, melainkan Allah mengampuni kesalahan-kesalahannya.? (HR. Bukhori dan Muslim)

Elia Abu Madhi berkata:

Orang berkata, ?Langit selalu berduka dan mendung?

Tapi aku berkata, ?Tersenyumlah, cukuplah duka cita di langit sana?

Orang berkata, ?Masa muda telah berlalu dariku?

Tapi aku berkata, ?Tersenyumlah, bersedih menyesali masa muda tak kan pernah mengembalikannya?

Orang berkata, ?Langitku yang ada di dalam jiwa telah membuatku merana dan berduka.

Janji-janji telah mengkhianatiku ketika kalbu telah menguasainya.Bagaimana mungkin jiwaku sanggup mengembangkan senyum manisnya?

Maka akupun berkata, ?Tersenyum dan berdendanglah.
Kalau kau membandingkan, semua umurmu akan habis untuk merasakan sakitnya?

Orang berkata, ?Perdagangan selalu penuh intrik dan penipuan,
ia laksana musafir yang akan mati karena terserang rasa haus?

Tapi aku berkata, ?Tetaplah tersenyum, karena engkau akan mendapatkan penangkal dahagamu.
Cukuplah engkau tersenyum karena mungkin hausmu akan sembuh dengan sendirinya?

Maka mengapa kau harus bersedih dengan dosa dan kesusahan orang lain,

Apalagi sampai engkau seolah-olah yang melakukan dosa dan kesalahan itu?

Orang berkata, ?Sekian hari raya telah tampak tanda-tandanya.

Seakan memerintahkanku membeli pakaian dan boneka-boneka.
Sedangkan aku punya kewajiban bagi teman-teman dan saudara,
namun telapak tanganku tak memegang walau hanya satu dirham adanya?

Kukatakan, ?Tersenyumlah, cukuplah bagi dirimu karena kamu masih hidup dan engkau tidak kehilangan saudara-saudara dan kerabat yang kau cinta?

.
Orang berkata, ?Malam memberiku minuman ?Alqomah?

Tersenyumlah, walaupun kau makan buah ‘Alqomah.

Mungkin saja orang lain yang melihatmu berdendang akan membuang semua kesedihan.

Berdendanglah… apa kau kira dengan cemberut akan memperoleh dirham

Atau kau merugi karena menampakkan wajah berseri?

Saudaraku, tak membahayakan bibirmu jika wajahmu tampak indah berseri

Tertawalah, sebab meteor-meteor langit juga tertawa
Mendung tertawa, karenanya kami mencintai bintang-bintang

Orang berkata, ?Wajah berseri tidak membuat dunia bahagia
Yang datang ke dunia dan pergi dengan gumpalan amarah?

Kukatakan, ?Tersenyumlah, selama antara kau dan kematian ada jarak sejengkal, setelah itu engkau tidak akan pernah tersenyum?

Sumber: Laa Tahzan, Dr. ‘Aidh Al Qarni.

Tags :
Konfirmasi Donasi