HARTA DAN HUJAN

Oleh: Ahmad Agus Fitriawan

Harta adalah di antara rezeki yang Allah karuniakan kepada manusia. Ia bagaikan hujan yang tidak terbagi secara merata. Hujan terkadang turun di daerah pegunungan, tapi tidak turun di padang sahara atau sebaliknya. Terkadang turun di pedesaan, tapi tidak turun di perkotaan atau sebaliknya dan begitu seterusnya.

Hujan bisa membawa rahmat, tapi terkadang bisa mendatangkan derita. Ingatlah! Ketika Allah SWT menenggelamkan kaum Nabi Nuh AS yang membangkang. Dengan apa Allah membinasakan mereka? Dengan hujan yang menyebabkan banjir dahsyat.

Begitulah, distribusi dan penetapan harta di dunia secara umum. Allah SWT tidak membagikannya merata kepada setiap orang. Ada yang kaya, ada yang miskin, dan ada yang berkecukupan. Harta terkadang bermanfaat bagi hamba, terkadang harta bisa menyeretnya ke lembah nista yang berujung derita.

Jika kita semua sudah mengetahui dan menyadari bahwa harta telah diatur oleh Allah ‘Azza wa Jalla, semua telah dibagi oleh- Nya, lalu apa yang harus kita lakukan? Buat apa kita mengeluh dengan rezeki yang sedikit? Buat apa kita iri dengan orang lain?

Buat apa merasa hina? Apakah harta bisa menjamin pemiliknya akan masuk surga? Apakah dunia bisa menjamin untuk mendapatkan keridhaan Allah SWT? Kepada mereka yang telah diberikan harta lebih dan berkecukupan, bersedekahlah, berinfaklah di jalan Allah. Bukakanlah pintu-pintu kebaikan untuk orang lain.

Allah SWT berfirman, Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui (QS al-Baqarah [2]:261).

Dalam sebuah hadis, Nabi SAW bersabda, Sesungguhnya sedekah tidaklah mengurangi harta (HR Muslim). Bagi yang merasa berkekurangan harta, tetaplah berikhtiar, berusaha untuk mendapatkan harta dan rezeki Allah. Terlepas nanti apakah harta dan rezeki kita banyak atau tidak, itu dikembalikan kepada Allah. Tugas kita bukanlah untuk berhasil.

Tugas kita adalah untuk mencoba karena di dalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil. Haruslah yakin bahwa ikhtiar itu bukan penyebab datangnya harta dan rezeki. Namun, harta dan rezeki itu datangnya dari Allah. Untuk mendapatkan harta dan rezeki, berusaha dan menjemput harta dan rezeki itu juga penting. Wallahu a’lam.

sumber : republika.co.id

Tags :
Konfirmasi Donasi