Ibadah kurban menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan bagi umat Islam saat Hari Raya Iduladha dan hari tasyrik. Namun, masih banyak masyarakat yang bertanya, apakah orang yang berkurban harus melihat langsung proses penyembelihan hewan kurban? Lalu, bagaimana hukumnya jika tidak menyaksikannya?
Pertanyaan ini sering muncul, terutama bagi pekurban yang berkurban melalui lembaga penyalur atau lokasi penyembelihan yang jauh dari tempat tinggalnya. Oleh sebab itu, penting untuk memahami penjelasan hukum kurban dalam Islam agar ibadah yang dilakukan tetap sah dan sesuai syariat.
Hukum Melihat Hewan Kurban Saat Disembelih
Dalam Islam, menyaksikan proses penyembelihan hewan kurban hukumnya tidak wajib. Artinya, kurban seseorang tetap sah meskipun tidak melihat langsung hewan kurbannya disembelih.
Namun demikian, sebagian ulama menjelaskan bahwa menyaksikan penyembelihan hewan kurban termasuk sunnah atau anjuran. Hal ini karena Rasulullah SAW pernah meminta putrinya, Fatimah RA, untuk menyaksikan penyembelihan hewan kurbannya.
Dalam hadis disebutkan:
“Wahai Fatimah, berdirilah dan saksikan hewan kurbanmu, karena sesungguhnya tetesan darah pertamanya akan menghapus dosa-dosamu yang telah lalu.” HR. Al-Hakim
Hadis tersebut menunjukkan bahwa melihat proses penyembelihan hewan kurban memiliki nilai keutamaan. Meski begitu, para ulama menegaskan bahwa hal tersebut bukan syarat sah kurban.
Baca juga : Keutamaan Kurban Kambing dalam Islam, Penuh Pahala dan Berkah
Kurban Tetap Sah Meski Tidak Menyaksikan
Saat ini, banyak umat Muslim yang berkurban melalui lembaga sosial atau layanan kurban online. Dalam kondisi tersebut, pekurban sering kali tidak dapat hadir langsung saat proses penyembelihan dilakukan.
Meski demikian, ibadah kurban tetap sah selama hewan kurban memenuhi syarat dan proses penyembelihannya dilakukan sesuai syariat Islam.
Selain itu, Islam juga memberikan kemudahan bagi umatnya dalam menjalankan ibadah. Oleh karena itu, tidak melihat langsung proses penyembelihan bukanlah sebuah masalah selama amanah kurban dijalankan dengan baik.
Keutamaan Menyaksikan Proses Penyembelihan
Walaupun tidak wajib, menyaksikan proses penyembelihan hewan kurban memiliki beberapa hikmah dan keutamaan.
1. Menambah Rasa Syukur
Melihat langsung proses kurban dapat membuat seseorang lebih memahami makna pengorbanan dan rasa syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan.
2. Mengingat Ketakwaan Nabi Ibrahim AS
Ibadah kurban mengingatkan umat Islam pada kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS tentang ketaatan kepada Allah SWT. Dengan menyaksikan proses penyembelihan, nilai ketakwaan tersebut bisa lebih dirasakan.
3. Menumbuhkan Kepedulian Sosial
Proses distribusi daging kurban kepada masyarakat juga menjadi pengingat pentingnya berbagi kepada sesama, terutama masyarakat yang membutuhkan.
Adab Saat Menyembelih Hewan Kurban
Islam mengajarkan agar proses penyembelihan hewan dilakukan dengan baik dan penuh kasih sayang terhadap hewan. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat ihsan dalam segala sesuatu.” HR. Muslim
Karena itu, hewan kurban tidak boleh disakiti atau diperlakukan kasar sebelum disembelih. Selain itu, alat yang digunakan juga harus tajam agar proses penyembelihan berjalan cepat dan tidak menyiksa hewan.
Baca juga : Jangan Sampai Lewat! Ini Batas Waktu Penyembelihan Hewan Kurban
Kurban adalah Bentuk Ketaatan kepada Allah
Pada dasarnya, inti dari ibadah kurban adalah ketakwaan dan keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah SWT. Bukan sekadar melihat atau tidak melihat proses penyembelihan.
Allah SWT berfirman:
“Daging dan darah hewan kurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.” QS. Al-Hajj: 37
Ayat tersebut menjelaskan bahwa nilai utama dalam ibadah kurban terletak pada keikhlasan dan ketakwaan seorang Muslim.
Karena itu, bagi umat Islam yang tidak dapat menyaksikan langsung proses penyembelihan hewan kurban tidak perlu khawatir. Selama kurban dilakukan sesuai syariat, maka ibadah tersebut tetap sah dan bernilai pahala di sisi Allah SWT.
Sahabat, yuk terus peduli dan berbagi bersama Rumah Zakat.


