[:ID]KEMBANGKAN WISATA WATU PAYUNG DI DESA BERDAYA GIRISUKO[:en]DEVELOPING WATU PAYUNG DESTINATION IN GIRISUKO EMPOWERED VILLAGE[:]

[:ID]GUNUNGKIDUL. (07/05) Desa Berdaya Girisuko adalah salah satu Desa Berdaya Rumah Zakat di Kecamatan Panggang, Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Seperti kebanyakan tempat di Gunung Kidul yang memiliki pemandangan indah dan banyak dijadikan destinasi wisata, Desa Girisuko juga memiliki pemandangan alam yang sangat eksotis dan menakjubkan, dari potensi inilah warga lokal setempat menjadikannya destinasi wisata sejak 2 tahun lalu yang dinamakan Watu Payung.

Di Watu payung pemandangan alam perbukitan Sewu dengan sungai oya yang melintang membatasi antara Kabupaten Gunung Kidul dan Bantul akan terlihat. Watu Payung juga menawarkan pemandangan sunset dan sunrise yang sangat mempesona.

“Kawasan ini sudah lama ada potensi, sudah lebih dari 2 tahun dan sudah menjadi destinasi warga lokal desa setempat. Namun belum dikelola dengan baik, belum ada fasilitas penunjang spot – spot foto selfie dan fasilitas lainnya,” ujar Branch Manager Rumah Zakat Yogyakarta, Warnitis.

Tahun 2017 bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) didampingi Fasilitator Desa Berdaya Rumah Zakat, bekerjasama dengan Komunitas Pasca Sarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta mengembangkan Watu Payung menjadi destinasi yang tidak hanya bisa di kunjungi warga lokal Girisuko saja, melainkan juga wisatawan lainnya dari luar Girisuko.

Rumah Zakat juga turut membantu dalam membangun Mushola di Watu Payung, dan modal usaha untuk warga anggota kelompok tani guna mengembangkan usahanya dalam mendukung pariwisata daerah.

“Kami berkolaborasi dengan Komunitas Pasca Sarjana ISI Yogyakarta, lalu berbagi peran untuk membangun tempat wisata ini, Komunitas Pasca Sarjana ISI membangun spot – spot Selfie, Rumah Zakat melakukan pendampingan dan memberikan modal usaha untuk warga anggota kelompok tani hutan serta membangun Masjid di sini,” ujar Fasilitator Desa Beradaya, Iwan Saputra.

Untuk semakin mengenalkan wisata di Watu Payung pada (03/05) di laksanakan Gelar Budaya dengan mengundang masyarakat umum, di acara tersebut digelar gejok lesung dan kegiatan berfoto ria di spot – spot yang sudah didirikan, Masyarakat umum pun antusias dengan kegiatan ini.

Kolaborasi dan pendampingan yang dilakukan Fasilitator Rumah Zakat berhasil menjadikan warganya berdaya dalam mengelola kawasan wisata sehingga memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi warga yang mengelola.

“Jadi ini adalah salah satu usaha kami dalam pengembangan sosio enterpraise di bidang pengembangan kawasan wisata desa, sehingga warga bisa lebih berdaya,” Tambah Warnitis.

Newsroom
Lailatul Istikhomah[:en]GUNUNGKIDUL. (07/05) Girisuko is one of the Rumah Zakat Empowered village that located in Panggang District, Gunungkidul Special Region of Yogyakarta (DIY). Like most places in Gunung Kidul that have beautiful scenery and many tourist destinations, Girisuko Village also has a landscape that is very exotic and amazing, from this potential, local people make it a tourist destination since 2 years ago called Watu Payung.

In Watu Payung, the natural scenery of Sewu hills with Oya River crossing between Regency of Gunung Kidul and Bantul will be seen. Watu Payung also offers spectacular views of sunset and sunrise.

“This area has a good view potential, it has been more than 2 years and has become the local villagers destinations, but not yet managed properly, there is no support facilities, Selfie spot and other facilities,” said Branch Manager ofRumah Zakat Yogyakarta, Warnitis.

In 2017 with Forest Farmer Group (KTH) accompanied by Rumah Zakat empowered village facilitator, in cooperation with Community of Post Graduate Institute of Art Indonesia (ISI) Yogyakarta develop Watu Payung become a destination that not only can be visited by local of Girisuko, but also other tourists from outside Girisuko.

Rumah Zakat also helped in building Mushola in Watu Payung, and provides business capital for the members of farmer groups to develop their business in supporting tourism area.

“We collaborate with the ISI Yogyakarta Post-Graduate Community, and then share the role to build this tourist destination, the ISI Graduate Community builds the spots of Selfie, Rumah Zakat give a coaching and provides business capital for the members of the Forest Farmer Group and builds the mosque here” said Empowered Village Facilitator, Iwan Saputra.

To further introduce the tour in Watu Payung on (03/05) in conducting Cultural Performance by inviting the public, at the event held gejok lesung and photo taking activities in the spots that have been established, public was enthusiastic with this activity.

Collaboration and facilitation conducted by Rumah Zakat Facilitator succeeded in making its citizens empowered in managing the tourist area so as to provide sustainable economic benefits for the people in the area.

“So this is one of our efforts in the development of socio enterprise in the field of village tourism development, so that citizens can be more empowered,” Warnitis add.

Newsroom
Lailatul Istikhomah[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia