KENANGAN TENTANG ORANG TUA BERDAMPAK PADA KESEHATAN

Persepsi dan kenangan tentang orang tua terbukti berpengaruh pada kesehatan jangka panjang seseorang. Mereka yang menyimpan kenangan tidak menyenangkan cenderung mengidap penyakit kronis, termasuk depresi.

“Sejumlah pasien mendeskripsikan orang tua yang bersikap dingin dan lalai. Di sisi lain, orang-orang yang sehat memiliki kenangan positif mengenai kepengasuhan orang tua mereka,” ungkap penulis utama studi, William Chopik.

Profesor psikologi di Universitas Negeri Michigan itu mengatakan, kunci kesehatan dan kebahagiaan seumur hidup adalah memperbaiki hubungan anak dengan orang tua. Temuan telah diterbitkan dalam jurnalĀ Health Psychology.

Chopik mengatakan, risetnya adalah penelitian longitudinal terbesar di antara studi lain dalam kategori yang sama. Dia mengumpulkan data sejak 1990-an dari panel perwakilan nasional, lantas menguji dua sampel penelitian.

Kelompok data pertama yang diuji terdiri dari 7.000 orang dewasa paruh baya selama periode 18 tahun. Grup kedua yaitu 15.000 orang dewasa di usia akhir 60-an selama enam tahun periode riset. Tim menganalisis aspek ingatan, sikap, dan kesadaran peserta.

Chopik menjelaskan bahwa efek fisik dan mental terkait persepsi mengenai orang tua tidak memudar seiring waktu. Para peserta ingat betul bagaimana perlakuan orang tua mereka semasa kecil, baik kenangan positif maupun negatif.

Kenangan tersebut dinilainya amat mampu menjadi pijakan untuk meramalkan kesehatan dan tingkatan depresi orang dewasa. Selain itu, temuan Chopik memperkuat anggapan bahwa kenangan dapat berpengaruh pada perilaku seseorang.

“Akan sangat naif untuk berpikir bahwa hubungan masa lalu dan bagaimana kita mengingatnya, terutama dengan orang tua kita, tidak memengaruhi diri kita hari ini,” kata Chopik, dikutip dari lamanĀ Futurity.

sumber : republika.co.id

Tags :
Konfirmasi Donasi