[:ID]SERBA-SERBI NASIHAT MENJELANG RAMADHAN[:en]WISDOMS APPROACHING RAMADHAN[:]

[:ID]Dalam momen Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, umat Islam mendapatkan keringanan untuk melaksanakan shalat. Dari 50 waktu, menjadi lima¬† waktu dalam sehari semalam.

Ihwal puasa juga demikian. Puasa yang berlaku saat ini dimulai sejak menjelang fajar sampai terbenamnya matahari. Pada umat terdahulu, sehabis shalat isya dan kemudian tertidur, orang beriman tidak dibolehkan makan minum lagi hingga terbenamnya matahari esok harinya.

Perbedaan lainnya dengan umat terdahulu adalah mereka tidak makan sahur. Sementara Nabi Muhammad sangat menganjurkan sahur, meskipun hanya sebutir kurma.

Pada bulan ramadhan kita disunatkan untuk shalat tarawih. Jangan sampai orang Islam shalat tarawih, tapi justru meninggalkan shalat wajib lima waktu.

Selain itu, pada bulan ramadhan kita diwajibkan membayar zakat fitrah. Zakat-zakat lain tidak wajib dibayarkan pada bulan ramadhan. Justru, zakat maal, seperti perniagaan dan zakat pertanian, harus disegerakan. Lebih baik mendahulukan membayar zakat, daripada mengakhirkan.

Zakat yang dibayarkan dengan menunggu hingga bulan ramadhan, merupakan perbuatan dhalim. Kecuali zakat fitrah. Seperti zakat pertanian, harus ditunaikan ketika panen. Hasil panen tidak berkaitan dengan bulan ramadhan. Jadi pada hari itu juga harus ditunaikan.

Menghadapi bulan suci ramadhan, hendaknya semua umat semakin meningkatkan ibadah. Kita juga saling memaafkan, agar puasa yang kita lakukan diiringi dengan hati yang bersih dan ikhlas. Sesungguhnya yang kita lakukan adalah semata-mata memohon ridho dari Allah SWT.

sumber: republika.co.id[:en]In the moment of Isra ‘Mi’raj of Prophet Muhammad SAW, Muslims get relief for prayer. From 50 times, it becomes five times a day.

About fasting too, the current fasting starts from dawn until the sun sets. In the previous congregation, after the evening prayer and then falling asleep, believers were not allowed to eat another drink until the sun sets the next day.

Another difference with the previous people is that they do not eat sahur. While the Prophet Muhammad strongly advocated sahur, even though it was only a date palm.

In the month of Ramadan we are circumcised for tarawih prayer. Do not let the Muslim people pray tarawih, but instead leave five obligatory prayers.

In addition, in the month of Ramadan we are obliged to pay zakat fitrah. Other zakat is not required to be paid in the month of Ramadan. Indeed, zakat maal, such as zakah for trade and zakat for agricultural, must be hastened. It is better to pay zakat first, than to end it.

Zakat paid by waiting until the month of Ramadan is a dhalim act. Except zakat fitrah. Like agricultural zakat, it must be fulfilled when harvesting. The yield is not related to the month of Ramadan. So that day must also be fulfilled.

Facing the holy month of Ramadhan, all people should increase their worship. We also forgive each other, so that the fast we do is accompanied by a clean and sincere heart. In fact what we are doing is solely asking for blessings from Allah SWT.

source: republika.co.id

 [:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia