[:ID]TANDA-TANDA BANTAL HARUS DIGANTI [:en]SIGNS WHEN PILLOW MUST BE REPLACED[:]

[:ID]Sudah waktunya untuk menaruh perhatian pada tempat tidur dan bantal. Sebab kedua benda ini bisa menampung bakteri yang tidak bisa dilihat, sel kulit mati dan tungau debu rumah.

Meskipun tidur selama delapan jam yang baik, jika bangun dengan leher dan kepala yang sakit, sudah saatnya mengucapkan selamat tinggal pada bantal Anda. Seperti yang dilansir dari Indian Express, Senin (20/1), ada beberapa tanda-tanda bantal di kamar tidur harus diganti.

Pertama, bantal itu memiliki benjolan. Letakkan bantal di tempat rata. Jika Anda melihat benjolan, sekarang saatnya untuk mendapatkan bantal baru. Bantal yang bergelombang tidak dapat menopang dengan baik dan pada gilirannya menyebabkan nyeri bahu dan sakit kepala.

Benjolan biasanya ditemukan di bantal polister murah yang memiliki umur pendek. Pilih bantal dengan busa memori yang kenyal, karena bentukanya mengikuti kepala Anda dan emndistribusikan berat secara merata.

Bantal tersebut akan kembali ke bentuk aslinya setelah kepala diangkat. Ini bagus untuk mereka yang memiliki pola tidur gelisah atau menderita masalah tulang belakang.

Kedua, perubahan warna atau noda keringat permanen. Hidup bantal Anda telah berakhir ketika mulai berubah warna.

Periksa setelah melepas sarung bantal. Jika melihat noda keringat kuning, Anda pasti harus membeli bantal baru. Memang terdengar kasar, tetapi kuning menunjukkan bakteri dan jamur mulai tumbuh di sana dan ini dapat membuat Anda sakit.

Ketiga, sudah mulai berbau. Selama periode waktu tertentu, bantal kami mulai menumpuk dan menampung keringat, sel-sel kulit mati, minyak tubuh alami dan percayalah itu tidak membuat tempat tidur yang bersih.

Keempat, gagal dalam tes. Ambil bantal dan tempat tidur, lalu tekuk sampai terlihat seperti bentuk huruf “U”.

Jika kembali ke bentuk semual , maka bantal dalam kondisi baik. Jika tidak, jelas itu tidak dapat menopang leher dan kepala Anda saat tidur. Jika Anda sering menemukan diri Anda memposisikan ulang atau menepuk-nepuk bantal sepanjang malam, maka harus diganti karena dapat menganggu tidur.

sumber: republika.co.id[:en]

It is time to pay attention to the bed and pillow. Because both of these objects are full of unseen bacteria, dead skin cells, and house dust mites.

Even though you sleep for a good eight hours, if you wake up with a sore neck and head, it’s time to say goodbye to your pillow. As reported by Indian Express, Monday (20/1), there are signs when pillows in the bedroom must be replaced.

First, the pillow has a lump. Put the pillow in a flat place. If you see a bump, it’s time to get a new pillow. Corrugated pillows cannot sustain properly and in turn cause shoulder pain and headaches.

Bumps are usually found on inexpensive polyester pillows that have a short life span. Choose a pillow with springy memory foam, because the shape follows your head and distributes the weight evenly.

The cushion will return to its original shape after the head is raised. This is great for those who have restless sleep patterns or suffer from spinal problems.

Second, discoloration or permanent sweat stains. Your pillow life has ended when it starts to change color.

Check after removing the pillowcase. If you see yellow sweat stains, you should definitely buy a new pillow. It sounds harsh, but yellow indicates that bacteria and fungus are starting to grow there and this can make you sick.

Third, it has begun to smell. Over a period of time, our pillows begin to pile up and collect sweat, dead skin cells, natural body oil and believe me it does not make the bed clean.

Fourth, it failed the test. Take the pillow, then bend it until it looks like the shape of the letter “U”.

If it returns to its normal form, then the pillow is in good condition. If not, obviously it cannot support your neck and head while sleeping. If you often find yourself repositioning or patting a pillow all night, it must be replaced because it can disrupt sleep.

Source: republika.co.id[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia