Setiap Jumat siang, pemandangan anak kecil berpeci dan bersarung yang menggandeng tangan ayahnya selalu menghangatkan hati. Namun, banyak orang tua bertanya kapan waktu yang tepat untuk mulai mengajak anak laki-lakinya.
Terlalu dini bisa membuat anak rewel, sedangkan terlalu lambat membuat pembiasaan terasa berat. Islam memberikan panduan yang sangat jelas agar proses ini berjalan ringan dan penuh kasih sayang.
Nah, Rumah Zakat akan membahas hukumnya, usia pembiasaan yang tepat, dan cara membuat anak menyukai sholat Jumat.
Bagaimana Hukum Sholat Jumat bagi Anak Laki-Laki?
Sebelum membahas usia, perlu dipahami dulu kedudukan hukum sholat Jumat bagi anak yang belum baligh.
Belum Wajib sebelum Baligh
Sholat Jumat hukumnya wajib bagi laki-laki Muslim yang sudah baligh, berakal, mukim, dan sehat.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ
“Wahai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk sholat pada hari Jumat, maka bersegeralah mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli.” (QS. Al-Jumu’ah: 9)
Anak yang belum baligh belum terkena kewajiban itu, sehingga tidak berdosa jika tidak mengikutinya. Tandanya antara lain mimpi basah, atau mencapai usia 15 tahun menurut sebagian ulama.
Tetap Dianjurkan Dibiasakan Sejak Kecil
Meski belum wajib, mengajak anak ke masjid termasuk bagian dari tanggung jawab orang tua mendidik keluarga.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrim: 6)
Anak yang terbiasa hadir di masjid sejak kecil biasanya tumbuh dengan rasa cinta pada masjid. Saat baligh nanti, sholat Jumat tidak lagi terasa asing atau memberatkan baginya sedikit pun.
Baca Juga: Doa Ibu untuk Anaknya, Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
Kapan Sebaiknya Anak Mulai Dibiasakan Sholat Jumat?
Patokan yang paling sering dijadikan rujukan adalah hadis tentang usia anak mulai diperintahkan sholat.
“Perintahkan anak-anak kalian sholat saat berusia tujuh tahun, pukullah mereka karena meninggalkannya saat berusia sepuluh tahun, dan pisahkan tempat tidur mereka.” (HR. Abu Dawud, dishahihkan Al-Albani)
Para ulama memahami perintah memukul itu sebagai pendidikan tegas tanpa menyakiti, bukan kekerasan. Karena itu, usia tujuh tahun menjadi patokan umum untuk mulai membiasakan sholat, termasuk Jumat.
Anak yang lebih kecil boleh dikenalkan dulu pada suasana masjid tanpa tuntutan mengikuti seluruh rangkaiannya. Gambaran tahapannya bisa disesuaikan dengan kesiapan masing-masing anak seperti yang tertera pada tabel berikut.
| Usia | Tahap Pembiasaan |
|---|---|
| Di bawah 7 tahun | Dikenalkan suasana masjid, belum dituntut mengikuti seluruh khutbah dan sholat |
| 7 tahun | Mulai diperintahkan sholat dan diajak sholat Jumat secara rutin |
| 10 tahun | Dibiasakan lebih tegas, tetap dengan cara yang lembut dan tidak menyakiti |
| Baligh | Sholat Jumat sudah menjadi kewajiban pribadi |
Tahapan ini bersifat panduan, jadi kesiapan dan karakter anak tetap perlu menjadi pertimbangan.
Cara Membiasakan Anak Sholat Jumat dengan Menyenangkan
Membiasakan bukan berarti memaksa, karena anak lebih mudah mencintai ibadah yang diawali dengan pengalaman menyenangkan.
1. Mulai dari Cerita dan Persiapan di Rumah
Ceritakan kisah singkat tentang masjid dan para sahabat kecil Rasulullah SAW sehari sebelumnya. Siapkan baju koko, peci, dan sarung bersama-sama agar anak merasa ikut terlibat dalam persiapan.
2. Ajak Duduk di Dekat Ayah saat Khutbah
Duduk dekat ayah membuat anak merasa aman dan lebih mudah diingatkan dengan isyarat lembut. Pilih posisi yang tidak mengganggu jamaah lain, terutama jika anak masih mudah bergerak.
3. Beri Tugas Kecil yang Membuatnya Bangga
Biarkan anak membawa sajadah sendiri, mengisi kotak infak, atau memilih tempat duduk di samping ayah. Tugas sederhana itu menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus melatih kebiasaan berinfak sejak usia dini.
4. Jaga Adab di Masjid Tanpa Marah-Marah
Anak yang berisik atau gelisah adalah hal wajar, dan menegur dengan lembut jauh lebih efektif. Rasulullah SAW pernah mengerjakan sholat sambil menggendong cucunya yang masih kecil, yaitu Umamah binti Zainab.
“Apabila beliau sujud, beliau meletakkannya, dan apabila berdiri, beliau menggendongnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Kisah itu menunjukkan betapa lembutnya Rasulullah SAW terhadap anak-anak, bahkan saat sedang sholat di masjid. Orang tua bisa meneladaninya dengan sabar, tanpa membentak anak di depan jamaah lain.
Baca Juga: Doa agar Anak Cepat Sembuh dari Sakit, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Kesimpulan
Jadi, sholat Jumat memang belum wajib bagi anak sebelum baligh, tetapi membiasakannya sejak usia sekitar tujuh tahun sangat dianjurkan. Yang terpenting adalah prosesnya berlangsung ringan, lembut, dan membuat anak tumbuh dengan rasa cinta kepada masjid.
Kebiasaan baik itu bisa dilengkapi dengan mengajak anak berinfak setiap hari Jumat sejak dini. Salurkan infak dan sedekah Jumat keluarga melalui Rumah Zakat agar anak belajar bahwa ibadah juga berarti berbagi.

